Remaja Indonesia Sulit Mengakses Pelayanan Kesehatan Seksual

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 13 Februari 2019 | 11:01 WIB
Remaja Indonesia Sulit Mengakses Pelayanan Kesehatan Seksual
Ilustrasi pelayanan kesehatan seksual. (Shutterstock)

Suara.com - Pendidikan seks dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi terhadap remaja adalah hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini terkait dengan angka kehamilan tidak diinginkan, kematian ibu karena aborsi tidak aman, serta infeksi menular seksual termasuk HIV dan AIDS.

Namun sayangnya, menurut Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan, Herna Lestari, akses terhadap pendidikan seks dan pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi terhadap remaja masih sulit di Indonesia.

Walaupun pemerintah Indonesia sudah mengimplementasikan hal tersebut dalam berbagai program, seperti Kesehatan Reproduksi Remaja (KKR) atau Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang sudah dijalankan oleh puskesmas sejak 2003 silam, kenyataannya perempuan usia 15-19 tahun masih menghadapi banyak masalah dalam mengakses pelayanan ini dibandingkan perempuan yang lebih dewasa.

"Biasanya memang masih terhalang dengan nilai-nilai budaya dan pemahaman agama. Adanya stigma dari lingkungan. Hal ini juga masih dianggap hal yang tabu di Indonesia, di mana perempuan yang tidak menikah, belum pantas mencari pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi," ungkap dia.

Belum lagi, kata Herna, informasi tentang kesehatan reproduksi dan keluarga berencana hanya tersedia untuk pasangan yang sudah menikah, karena itulah pengetahuan remaja tentang program kontrasepsi masih sangat rendah.

Biasanya, program KKR untuk perempuan yang belum menikah berusia 10-24 tahun hanya ditekankan pada isu-isu moral dan promosi abstinen (tidak berhubungan seks).

Karena itu, kata Herna, selama remaja dan perempuan belum menikah masih memiliki keterbatasan untuk mendapatkan akses pelayanan ini, menjadikan mereka berada dalam posisi yang riskan mengalami kehamilan tidak diinginkan, tertular infeksi menular, hingga melakukan aborsi yang tidak aman yang menyebabkan kesakitan dan kematian.

"Banyak pula yang mengalami bentuk pelanggaran hak asasi manusia. Seperti kalau sudah hamil, seringkali yang dipaksa berhenti atau dikeluarkan dari sekolah itu perempuannya. Yang dipandang nakal itu perempuannya," tutup dia.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hamil di Luar Nikah Jadi Penyebab Utama Perkawinan Anak

Hamil di Luar Nikah Jadi Penyebab Utama Perkawinan Anak

Health | Rabu, 13 Februari 2019 | 10:47 WIB

Terungkap Alasan Sri Mulyani Cari Pengganti Dirinya Selama Sehari

Terungkap Alasan Sri Mulyani Cari Pengganti Dirinya Selama Sehari

Bisnis | Rabu, 06 Februari 2019 | 09:47 WIB

Promosikan Produk Kesehatan, Selebriti Ini Dianggap Ganggu Kesehatan Remaja

Promosikan Produk Kesehatan, Selebriti Ini Dianggap Ganggu Kesehatan Remaja

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 08:13 WIB

Terkini

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

TelkomGroup Luncurkan Pengembangan Sovereign Digital Technology di DTIIF 2026

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:06 WIB

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Lonely Planet: Kisah Cinta Penulis Novel dan Pekerja Kantoran di Maroko

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Sepatu Mills Hypercharge R26 Cocok untuk Lari Apa? Intip Teknologi, Harga, dan Ulasannya

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kebakaran Lahan di Tol Samarinda-Balikpapan, Petugas Terkendala Pasokan Air

Kaltim | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

Puntung Rokok Diduga Picu Kebakaran Lahan di Pulau Tidung

News | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Nasib UMKM RI: Modal dan Akses Pasar Jadi Tantangan

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

iPad Mini OLED Resmi Meluncur, Lebih Tipis dan Tangguh dengan Chip A20 Pro

Tekno | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:38 WIB

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

7 Manfaat Koran Bekas untuk Kebersihan Rumah yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:31 WIB

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

UMKM Tak Cukup Go Digital, Keamanan Transaksi dan Legalitas Usaha Juga Penting

Bisnis | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Ulasan The Good Son: Rahasia Kelam di Balik Sosok Anak yang Sempurna

Your Say | Selasa, 27 Oktober 2026 | 08:30 WIB

×