Racun Laba-Laba Lebih Baik dari Viagra untuk Obati Disfungsi Ereksi?

M. Reza Sulaiman, Risna Halidi

Minggu, 03 Maret 2019 | 22:15 WIB
Racun Laba-Laba Lebih Baik dari Viagra untuk Obati Disfungsi Ereksi?
Racun laba-laba disebut bisa jadi kunci obati disfungsi ereksi. (Ilustrasi/Shutterstock)

Suara.com - Racun Laba-Laba Lebih Baik dari Viagra untuk Obati Disfungsi Ereksi?

Sekelompok peneliti dari Brasil mengklaim racun laba-laba lebih baik dalam mengobati masalah disfungsi ereksi dibanding viagra. Kok bisa?

Dikutip dari Mirror, racun diambil dari salah satu laba-laba paling berbisa di dunia, Laba-laba Pengembara Brasil alias The Brazilian Wandering Spider.

Laba-laba tersebut masuk ke dalam jenis genus Phoneutria yang berarti 'pembunuh' dalam bahasa Yunani.

Laba-laba Pengembara memang memiliki gigitan yang terbukti mematikan bagi manusia, terutama pada anak-anak.

Meski mematikan, peneliti yakin racun laba-laba tersebut memiliki manfaat lain yang sangat positif dan bisa membantu jutaan orang terutama lelaki yang mudah lemas di ranjang.

Dalam studi yang dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine, ilmuwan mengembangkan gel untuk mengobati disfungsi ereksi yang berisikan ekstrak racun laba-laba.

Adalah Gel BZ371 yang dipercaya dapat membuat kaum Adam mencapai ereksi dalam waktu kurang dari setengah jam tanpa mengalami efek samping.

Para ahli juga mengklaim bahwa gel bekerja dengan meningkatkan kadar oksida nitrat dalam tubuh lelaki, yang pada gilirannya memperlebar pembuluh darah dan memungkinkan lebih banyak darah untuk dipompa ke penis.

baca juga
Racun laba-laba disebut bisa jadi kunci obati disfungsi ereksi. (Shutterstock)
Racun laba-laba disebut bisa jadi kunci obati disfungsi ereksi. (Shutterstock)

"Tanpa stimulasi, pembesaran penis berlangsung sekitar 60 menit dan terlihat 20 menit kemudian. Hasil ini menunjukkan bahwa gel mampu memicu ereksi, terlepas dari rangsangan seksual," kata peneliti, Prof Maria Elena de Lima.

Dan bukan hanya pada lelaki, para ilmuwan juga mengatakan bahwa ramuan racun laba-laba tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan libido pada kaum Hawa.

Dia juga menambahkan bahwa racun berupa gel tersebut memiliki potensi untuk menjadi pilihan yang lebih aman dan efektif untuk pasien disfungsi ereksi.

Bagaimana, tertarik untuk mencoba gel dari racun laba-laba ini untuk mengobati disfungsi ereksi?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sering Alami Ereksi Bahkan di Tempat Umum, Pria Ini Konsultasi ke Pakar

Sering Alami Ereksi Bahkan di Tempat Umum, Pria Ini Konsultasi ke Pakar

Health | Selasa, 19 Februari 2019 | 08:10 WIB

Hii, Ini Ragam Efek Samping Jika Pakai Obat Kuat untuk Bercinta

Hii, Ini Ragam Efek Samping Jika Pakai Obat Kuat untuk Bercinta

Health | Kamis, 14 Februari 2019 | 20:55 WIB

Waduh, Paparan Polusi Bikin Lelaki Perkotaan Susah Ereksi?

Waduh, Paparan Polusi Bikin Lelaki Perkotaan Susah Ereksi?

Health | Jum'at, 08 Februari 2019 | 20:55 WIB

Duh, Suntikan Mahal di Klinik Palsu Bikin Mr P Pria Ini Bengkok Permanen

Duh, Suntikan Mahal di Klinik Palsu Bikin Mr P Pria Ini Bengkok Permanen

Health | Minggu, 03 Februari 2019 | 07:10 WIB

Minum Obat Kuat, Lelaki Berisiko Mengalami Kebutaan

Minum Obat Kuat, Lelaki Berisiko Mengalami Kebutaan

Health | Selasa, 15 Januari 2019 | 12:00 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB