Minum Obat Kuat, Lelaki Berisiko Mengalami Kebutaan

Vania Rossa
Minum Obat Kuat, Lelaki Berisiko Mengalami Kebutaan
Ilustrasi obat kuat viagra. (Shutterstock)

Ketika disfungsi seksual menyerang, jangan sembarangan mengonsumsi obat kuat.

Suara.com - Bagi lelaki, keperkasaan di ranjang adalah segalanya. Begitu terindikasi ada keloyoan, banyak yang buru-buru beralih ke obat kuat tanpa mencari tahu lebih dulu penyebab di balik itu semua. Hati-hati, pasalnya obat kuat ternyata punya kemungkinan memiliki efek samping berupa gangguan penglihatan.

Dilansir dari Yahoo Health, seorang lelaki berusia 50 tahun dilaporkan nyaris buta setelah minum obat kuat melebihi dosis yang dianjurkan. Dalam laporan yang diterbitkan jurnal JAMA Ophtalmology, lelaki tersebut menenggak 750 miligram sildenafil cair, atau obat yang dijual dengan merek dagang Viagra dan Revatio. Viagra atau Revatio sendiri sebenarnya memiliki dosis yang dianjurkan sebanyak 80 miligram.

Dua bulan setelah mengonsumsi obat kuat tersebut, lelaki ini menemui dokter karena mengalami debilitating night blindness dengan gejala mata sensitif terhadap cahaya dan terdapat bintik-bintik meyerupai donat di mata. Setelah dua hari perawatan, kondisinya membaik, kecuali bintik-bintik berbentuk donat.

Lelaki ini pun mengakui kepada dokter jika ia cukup sering mengonsumsi Viagra dan mengalami sensitivitas terhadap cahaya setelah menggunakan obat tersebut.

Lelaki ini bukanlah orang pertama yang melaporkan masalah penglihatan setelah menggunakan sildenafil. Situs web Viagra juga mencantumkan kemungkinan efek samping berupa "kehilangan penglihatan yang tiba-tiba pada satu atau kedua mata". Efek samping tersebut memang terkait dengan mekanisme di balik obat tersebut.

Menurut asisten farmakologi dan toksikologi di Michigane State University, Jamie Alan, obat kuat golongan sildenafil bekerja dengan cara menghambat enzim yang disebut phosphodiesterase (PDE).

"Ada beberapa jenis PDE, dan mereka ditemukan di seluruh tubuh. Obat disfungsi seksual jenis viagra terutama menghambat pembuluh darah (PDE5), dan ketika PDE5 dihambat dalam pembuluh darah, pembuluh darah menjadi rileks dan berkembang," kata Alan.

Namun, sambung dia, ada juga enzim di mata yang disebut PDE6, dan sildenafil, dapat mempengaruhi enzim ini pada tingkat yang jauh lebih rendah.

Sildenafil yang menyebabkan relaksasi dan perluasan pembuluh darah berisiko menyebabkan gangguan penglihatan seseorang. "Tanda-tandanya adalah seperti muncul warna biru pada penglihatan dan peningkatan sensitivitas terhadap cahaya," katanya.

Menurut Alan, kondisi tersebut biasanya ringan dan sementara. Bagi kebanyakan orang, menghentikan konsumsi Viagra biasanya memperbaiki masalah ini. Namun dalam kasus overdosis, ia sedikit meragukannya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS