Bahaya Partikel Bahan Mineral pada Bedak Tabur untuk Pernapasan

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 20 Maret 2019 | 15:42 WIB
Bahaya Partikel Bahan Mineral pada Bedak Tabur untuk Pernapasan
Peluncuran Mitu Baby Liquid Powder di Jakarta, Rabu (20/3/2019). (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Sampai beberapa waktu lalu, penggunaan bedak tabur pada bayi di kalangan ibu-ibu di Indonesia masih banyak ditemukan, sampai akhirnya American Pediatric Association (APA) di tahun 2017 merekomendasikan agar orangtua tidak lagi menggunakan bedak tabur karena partikel bahan mineralnya (talc) dapat membahayakan sistem pernapasan bayi.

Selain sudah menjadi tradisi, penggunaan bedak tabur pada bayi diyakini oleh para orangtua memiliki banyak manfaat untuk kulit bayi. Mulai dari membuat kulit bayi tetap kering, mencegah iritasi, serta menjadikan kulit bayi lebih halus dan harum.

"Memang penggunaan bedak tabur itu memiliki risiko terhadap sistem pernapasan bayi. Partikel bedak tabur yang terbawa di udara dapat dengan mudah dihirup oleh bayi sehingga bisa memengaruhi akses pernapasan dan kesehatan," jelas dokter anak dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari, dr. Attila Dewanti Sp.A(K), dalam acara peluncuran Mitu Baby Liquid Powder di Jakarta, Rabu (20/3/2019).

Lebih lanjut, dr. Attila menyebut bahwa menghirup partikel bedak tabur secara berulang dan terus menerus pada bayi, dapat menyebabkan luka pada paru-paru yang berakibat sesak napas dan batuk kronis.

Apalagi, kata dia, pada bayi atau anak alergi yang memang memiliki pernapasan dan kulit yang lebih sensitif. Debu atau partikel apapun yang menyerang saluran napas, akan dengan mudah memicu alerginya.

Karena itu, untuk merawat kulit bayi agar tetap lembap, halus, dan juga harum, dr. Attila menyarankan agar orangtua dapat lebih memerhatikan penggunaan produk perawatan, salah satunya bedak.

Menurutnya, bedak sebaiknya dipilih yang tidak memiliki partikel bahan mineral (talc). Salah satunya adalah bedak bayi dalam bentuk losion yang bisa menjadi solusi lebih aman bagi pernapasan bayi, serta tetap dapat merawat kulit bayi tetap sehat.

"Cari alternatif bedak yang tidak ada partikelnya. Karena yang berbahaya itu kan partikelnya, sementara bedak itu tetap bermanfaat, tidak bikin kulit kering, bisa bikin kulit terhindar dari iritasi dan harum," tutup dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakai Bedak Tabur, Bayi Berisiko Alami Ini

Pakai Bedak Tabur, Bayi Berisiko Alami Ini

Health | Kamis, 16 Agustus 2018 | 16:06 WIB

Hati-hati, Bedak Talek Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Hati-hati, Bedak Talek Bisa Tingkatkan Risiko Kanker

Health | Senin, 25 Juni 2018 | 16:19 WIB

Trik Memakai "Foundation" untuk Perempuan Indonesia

Trik Memakai "Foundation" untuk Perempuan Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 18 April 2015 | 14:19 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB