Risiko Ini Mengintai Orang yang Mendengkur Saat Tidur

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 29 Maret 2019 | 10:40 WIB
Risiko Ini Mengintai Orang yang Mendengkur Saat Tidur
Ilustrasi mendengkur. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Siapa diantara Anda yang suka mendengkur saat tidur? Ya, sebagian dari kita tentu ada yang memiliki kebiasaan mendengkur atau mengorok saat tidur. Bukan hanya mengganggu orang di sebelah Anda, kebiasaan mendengkur saat tidur juga dapat mengancam nyawa, lho.

Disampaikan dr. Arina Ikasari Muhtadi, SpTHTKL dari RS Royal Progres, tidur mendengkur bisa berbahaya jika disertai dengan sumbatan jalan napas. Gangguan ini disebut obstruktif sleep apnea (OSA) atau berhentinya aliran udara pernapasan karena sumbatan jalan napas.

"Gejalanya bisa sakit kepala di pagi hari, tertidur saat beraktivitas di siang hari, tidur bisa megap-megap. Kalau berlangsung lebih dari lima menit, otak tidak mendapat suplai oksigen, dan seseorang akan meninggal," ujar dr. Arina di sela-sela pembukaan Sleep & Co Boutique, Kamis (28/3/2019).

Arina menambahkan, banyak kasus OSA yang berujung pada kematian. Di Indonesia sendiri, kasus OSA cukup tinggi, nomor dua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat. Faktor indeks massa tubuh dan usia menjadi penyebab dari timbulnya gangguan ini.

"Komplikasi yang mungkin terjadi bisa sakit jantung karena jantung terganggu. Bisa stroke karena aliran darah terhambat. Bisa kecelakaan karena mengantuk," imbuhnya.

Dr. Arina mengatakan, pengobatan untuk sleep apnea sendiri bisa dilakukan dengan modifikasi gaya hidup untuk kasus ringan, seperti menurunkan berat badan dan memperbaiki posisi tidur. Dia menganjurkan tidur dengan posisi miring agar tidak mengganggu jalan napas.

"Hindari tidur telentang karena dapat membuat sumbatan jalan napas. Kalau dalam sisi medis, disarankan tidur on your side atau kanan. Karena tidak ada organ yang tertekan. Di kiri, kan ada jantung dan lambung. Lalu berhenti merokok, membatasi konsumsi minuman keras," imbuhnya.

Sementara untuk gangguan OSA yang berat, bisa diatasi dengan operasi pembedahan. Ada pula terapi CPAP yang ditujukan untuk membuka saluran napas selama tidur. Namun, terapi ini seringkali gagal karena pasien malas memakai masker terapi selama tidur.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jangan Sepelekan Tidur Mendengkur Bila Tak Mau Terkena OSA

Jangan Sepelekan Tidur Mendengkur Bila Tak Mau Terkena OSA

Health | Sabtu, 16 Maret 2019 | 19:00 WIB

Dijual Bantal Anti Ngorok, Cek Berapa Harganya!

Dijual Bantal Anti Ngorok, Cek Berapa Harganya!

Health | Jum'at, 11 Januari 2019 | 19:50 WIB

Yuk Ketahui Penyebab Tidur Mangap dan Risiko di Baliknya

Yuk Ketahui Penyebab Tidur Mangap dan Risiko di Baliknya

Health | Senin, 24 Desember 2018 | 07:30 WIB

Terkini

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:00 WIB

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat

Health | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:32 WIB