Punya Keluarga Rematik? Kenali Pemicunya Karena Anda Juga Bisa Kena

Silfa Humairah Utami

Selasa, 02 April 2019 | 08:30 WIB
Punya Keluarga Rematik? Kenali Pemicunya Karena Anda Juga Bisa Kena
Ilustrasi pemicu penyakit rematik. (Shutterstock)

Suara.com - Punya Keluarga Rematik? Kenali Pemicunya Karena Anda Juga Bisa Kena.

Rematik menyerang persendian, otot, jaringan lunak di sekitar otot serta sendi, dan autoimun. Rematik identik dengan penyakit yang menyerang orang tua dan penyakit yang bisa diturunkan dalam keluarga.

Ada sebagian orang yang terkena rematik karena turunan tetapi ada sebagian lagi yang tidak. Karena rematik adalah kumpulan penyakit, jadi dari 100 lebih jenis yang berbeda tidak semuanya bersifat genetik atau diturunkan dilansir dari Hello Sehat.

Rematik yang disebabkan karena penyakit autoimun seperti arthritis, lupus, ankylosing spondylitis, dan arthritis psoriasis merupakan kelompok penyakit yang unsur genetikanya menonjol. Artinya penyakit ini sangat bisa diturunkan dari keluarga yang memilikinya.

Namun, penyakit rematik pengapuran (osteoarthritis) atau penyakit yang menyerang jaringan lunak dan sendi bukan golongan penyakit yang diturunkan. Biasanya jenis rematik ini disebabkan oleh hal-hal lain di luar faktor genetik seperti pertambahan usia, berat badan berlebih, riwayat jatuh, atau riwayat trauma.

Selain dari orangtua kandung, penyakit rematik terutama yang autoimun ini biasanya dapat diturunkan dari anggota keluarga yang memiliki hubungan darah dengan Anda.

Selain karena faktor keturunan, ada banyak hal lain yang memicu rematik. Pada orang yang diwarisi gen rematik dan yang tidak, faktor lingkungan bisa memicu munculnya masalah kesehatan yang satu ini, seperti:

-Infeksi bakteri
-Infeksi virus
-Paparan bahan kimia
-Sinar matahari
-Merokok
-Obesitas
-Berbagai faktor ini cenderung dapat memicu rematik terutama yang disebabkan oleh penyakit autoimun

Penyakit rematik yang diturunkan sulit untuk dicegah

baca juga

Tak seperti masalah kesehatan lainnya, penyakit rematik autoimun belum diketahui penyebab pastinya. Oleh karena itu, kondisi ini sangat sulit untuk dicegah. Namun, jika Anda memiliki riwayat anggota keluarga dengan rematik usahakan untuk mengurangi faktor-faktor pemicunya.

Biasanya diagnosis ini akan dilakukan oleh internis konsultan reumatologi (Sp.PD-KR). Salah satu tanda bahwa Anda perlu segera memeriksakan diri ke konsultan reumatologi ialah saat mengalami nyeri sendi selama lebih dari dua minggu.

Jangan sembarangan minum obat yang dijual di pasaran karena rematik itu ada banyak sekali jenisnya. Dengan memeriksakan diri ke konsultan reumatologi, Anda akan mengetahui jenis rematik yang dimiliki. Setelah itu, barulah dokter akan memberikan jenis pengobatan yang tepat sesuai kondisi.

Rematik yang diturunkan tidak bisa sembuh total

Tidak semua penyakit bisa sembuh total, termasuk salah satunya rematik. Penyakit ini cenderung timbul tenggelam atau kambuhan. Namun dengan perawatan yang tepat penyakit ini tetap bisa dikendalikan.

Riwayat keluarga dengan penyakit rematik usahakan untuk tetap menjalankan pola hidup sehat dan menghindari pemicunya. Jangan sungkan berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami nyeri sendi yang tak kunjung hilang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Mencicipi Adonan Kue Mentah? Bisa Picu Penyakit Ini, Lho

Suka Mencicipi Adonan Kue Mentah? Bisa Picu Penyakit Ini, Lho

Health | Selasa, 11 Desember 2018 | 16:44 WIB

Berapa Kali Kita Harus Medical Check Up dalam Setahun?

Berapa Kali Kita Harus Medical Check Up dalam Setahun?

Health | Kamis, 06 Desember 2018 | 20:15 WIB

5 Pemicu Stres Saat Berada di Rumah, Nomor 1 Paling Berat

5 Pemicu Stres Saat Berada di Rumah, Nomor 1 Paling Berat

Lifestyle | Jum'at, 02 November 2018 | 14:43 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB