Suka Makan Darah Babi, Pria Ini Alami Infeksi dan Kakinya Harus Diamputasi

Vika Widiastuti | Suara.com

Kamis, 11 April 2019 | 13:49 WIB
Suka Makan Darah Babi, Pria Ini Alami Infeksi dan Kakinya Harus Diamputasi
Ilustrasi pria berbaring di rumah sakit (Shutterstock)

Suara.com - Seorang pemuda asal Thailand bernama Pao Nopparat Milinthanuch harus kehilangan kedua kakinya. Hal ini berawal karena ia suka makan darah babi

Kasus yang menimpa Pao Nopparat disebabkan oleh infeksi patogen streptococcus suis yang menyebabkan kedua kakinya harus dipotong.

Himedik Melansir dari World Of Buzz, insiden itu terjadi bermula dari Pao Nopparat menghadiri sebuah acara festival 2016 silam dan mendapat jamuan darah babi. Pao Nopparat pun melahap darah babi tersebut cukup banyak.

Tak lama kemudian, Pao merasa tidak enak badan dan memutuskan pulang ke rumah karena mengalami kram otot, kedinginan beserta tangan dan kakinya yang dingin kaku. Pao pun memutuskan pergi ke dokter ketika kondisinya lebih memburuk.

Pao langsung menjalani beberapa tes kesehatan di rumah sakit guna mengetahui penyakitnya. Dokter mengidentifikasi darah Pao terinfeksi bakteri cukup serius yang membuat kondisinya cepat memburuk jika tak segera mendapat penanganan tim medis.

Seorang pria terinfeksi bakteri mematikan dari darah babi hingga harus memotong kedua kakinya (Pixabay/StelaDi)
Seorang pria terinfeksi bakteri mematikan dari darah babi hingga harus memotong kedua kakinya (Pixabay/StelaDi)

Berdasarkan hasil sejumlah tes, Pao pun divonis menderita sepsis, gagal ginjal akut dan kesulitan bernapas. Sedangkan tim dokter langsung berusaha memberikan tindakan medis kepada Pao hari itu juga karena kondisinya bisa saja tidak terselamatkan jika tak segera mendapat pertolongan.

Salah satu tindakan yang dilakukan tim dokter adalah mengamputasi kedua kaki Pao Nopparat yang terinfeksi bakteri dari darah babi. Apabila Pao Nopparat tidak merelakan kedua kakinya diamputasi, sesuatu yang lebih buruk mungkin saja terjadi begitu cepat.

Pao Nopparat tidak memiliki pilihan lain demi menyelamatkan hidupnya, selain merelakan kedua kakinya hilang.

WHO mengatakan bahwa kandungan patogen streptococcus dalam darah babi yang membuat kedua kaki Pao diamputasi tersebut tidak hanya ditularkan melalui makanan. Bakteri dalam darah babi ini bisa saja menular melalui luka dan lecet bagian tubuh.

Biasanya ada masa inkubasi satu hingga tiga hari sebelum patogen mulai menyerang tubuh orang tersebut. Beberapa gejala awalnya seperti demam tinggi, mual, muntah, sakit kepala dan nyeri sendiri.

Dalam kasus yang lebih parah bisa saja bakteri dalam darah babi ini menyebabkan meningitis dan kematian. Karena itu sangat penting untuk memperhatikan makanan apapun yang dikonsumsi sebelum membawa malapetaka di kemudian hari.

Kini, Pao Nopparat pun sudah bisa melakukan aktivitasnya. Beberapa kali ia menghadiri acara talkshow untuk berbagai pengalamannya dengan darah babi. (HiMedik.com/Shevinna Putti Anggraeni)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisa Jadi Sarang Bakteri, Spons Cuci Piring Harus Diganti Seminggu Sekali

Bisa Jadi Sarang Bakteri, Spons Cuci Piring Harus Diganti Seminggu Sekali

Health | Rabu, 10 April 2019 | 06:45 WIB

5 Bahan Makanan yang Tak Boleh Dicuci, Ada Telur hingga Daging Ayam

5 Bahan Makanan yang Tak Boleh Dicuci, Ada Telur hingga Daging Ayam

Health | Selasa, 09 April 2019 | 20:25 WIB

Diurut Tukang Pijat karena Pegal-pegal, Perempuan Ini Justru Lumpuh

Diurut Tukang Pijat karena Pegal-pegal, Perempuan Ini Justru Lumpuh

News | Selasa, 02 April 2019 | 17:45 WIB

Ingin Sembuhkan Sakit Kakinya, Wanita Ini Malah Patah Tulang Seusai Dipijat

Ingin Sembuhkan Sakit Kakinya, Wanita Ini Malah Patah Tulang Seusai Dipijat

Health | Selasa, 02 April 2019 | 16:55 WIB

Suntik Pelarut Lemak, Perempuan Malah Kena infeksi Bakteri

Suntik Pelarut Lemak, Perempuan Malah Kena infeksi Bakteri

Health | Kamis, 28 Maret 2019 | 19:20 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB