Kimia Farma Bali Produksi Lima Jenis Rapid Test Skala Nasional

Dythia Novianty | Firsta Nodia
Kimia Farma Bali Produksi Lima Jenis Rapid Test Skala Nasional
Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali. [Suara.com/Firsta Nodia]

Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali memproduksi lima jenis alat diagnostik Rapid Test.

Suara.com - Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali memproduksi lima jenis alat diagnostik Rapid Test. Alat diagnostik tersebut berhasil dipasarkan secara Nasional.

Kepala Pabrik PT. Kimia Farma Bali Wiji Julian mengatakan, Rapid Test digunakan untuk pemeriksaan atau screening medis awal dengan menggunakan peralatan yang sederhana serta memberikan hasil dalam waktu yang cepat. Fasilitas atau pabrik seluas 375 m2 itu telah memproduksi alat diagnostik Rapid Test yang juga mendapatkan izin edar berupa Test Kehamilan (hCG test), Tes Hepatitis (HBsAg test), Tes Sifilis, Tes Malaria, Tes Dengue (IgG/IgM test).

Sementara itu, test kit yang saat ini masih dalam pengembangan adalah HIV 1&2 Test, Drug Test yang terdiri atas Morphine Test, Cocaine Test, Marijuana Test, Amphetamine Test, Methamphetamine Test, Ecstasy Test, dan Benzodiazepine Test.

Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali. [Suara.com/Firsta Nodia]
Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali. [Suara.com/Firsta Nodia]

Manajer Plane Rapid Test PT. Kimia Farma, Bali Wiji julian mengatakan, produk yang paling populer dari alat diagnostik Rapid Test adalah tes kehamilan yang bisa diambil dari sampel urine, darah atau plasma.

“Izin edar baru lima macam alat diagnostik Rapid Test. Produk yang akan dipasarkan harus melalui quality control sehingga ada produk yang statusnya karantina dan status released yang bisa dipasarkan,” ujar Wiji saat ditemui Suara.com dalam Kunjungan Lapangan Tematik bersama Kementerian Kesehatan di Bali, Rabu (24/4/2019).

Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali. [Suara.com/Firsta Nodia]
Fasilitas Produksi Rapid Test Kimia Farma Bali. [Suara.com/Firsta Nodia]

Ia mengaku, peluang untuk ekspor masih dalam tahap penjajakan. Fasilitas produksi ini sendiri mulai beroperasi pada awal tahun 2018 diresmikan oleh Menteri Kesehatan pada 24 Januari 2018.

Saat ini, Kimia Farma juga sedang melakukan pengembangan bahan baku test kit untuk antibodi monoklonal lokal bekerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk Dengue NS1 dan Universitas Andalas untuk antibodi monoklonal lainnya beserta reagensia.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS