Begini Cara Memberi MPASI Selama Perjalanan Mudik

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 28 Mei 2019 | 12:34 WIB
Begini Cara Memberi MPASI Selama Perjalanan Mudik
Ilustrasi anak lelaki makan di mobil atau perjalanan. (Shutterstock)

Suara.com - Bagi Anda yang memiliki buah hati di usia MPASI atau Makanan Pendamping ASI, urusan mudik akan sedikit tricky. Anda mungkin akan bertanya-tanya, bagaimana cara mempersiapkan MPASI selama di perjalanan nanti?

Menjawab hal tersebut, dr. Meta Hanindita, Sp.A, melalui akun Instagram pribadinya @metahanindita, mengatakan bahwa sebenarnya ada beberapa alternatif pilihan yang bisa Anda lakukan.

Pertama, Anda bisa menggunakan MPASI instan yang banyak dijual di pasaran. Menurut dr. Meta, MPASI instan ini biasanya sudah difortifikasi dengan berbagai vitamin, dan yang pasti akan sangat praktis untuk dibawa selama perjalanan mudik. Anda tinggal menyeduh atau melarutkannya dengan air.

Kedua, Anda bisa samakan MPASI anak dengan makanan orangtuanya. Hal ini diperbolehkan, selama teksturnya disesuaikan.

"Jangan lupa, walaupun jenis makanannya boleh sama, tapi proporsinya berbeda. Pastikan makanan dibeli di tempat bersih, dimasak fresh (dimasak langsung setelah dipesan), disimpan disuhu yang benar, dan dihidangkan panas-panas," tulisnya dalam Instagram Story miliknya, pada Selasa (28/5/2019).

Pilihan ketiga, jika orangtua tetap ingin memasak sendiri dari rumah, sebenarnya diperbolehkan. Namun, tetap perhatikan suhu MPASI yang benar. Kalau ingin lebih tahan lama, misalnya, simpan di suhu kurang dari 5 derajat atau di atas 60 derajat.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan kulkas yang dipasang di mobil.

"Kalau bisa disetting jadi suhu di bawah 5 derajat, tapi menghangatkannya harus di atas 70 derajat. Ini mungkin yang sedikit sulit," ujar dia.

Selain itu, kata dr. Meta, jika Anda memiliki insulated food jar pun, rasanya akan sulit untuk menyimpan MPASI di atas suhu 60 derajat. Karena walaupun insulated food jar ini bisa menjaga kehangatan makanan, tapi belum tentu bisa mencapai suhu di atas 60 derajat.

"Penelitian di luar negeri bilang kalau insulated food jar merk terbaik cuma bisa menjaga suhu makanan di atas 60 derajat sekitar 2-3 jam saja," tulisnya lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar BB Anak Ideal, Ini Syarat Pemberian MPASI yang Benar

Agar BB Anak Ideal, Ini Syarat Pemberian MPASI yang Benar

Health | Rabu, 30 Januari 2019 | 10:40 WIB

Ini Alasan MPASI Baru Boleh Diberi saat Bayi Usia 6 Bulan

Ini Alasan MPASI Baru Boleh Diberi saat Bayi Usia 6 Bulan

Health | Sabtu, 29 Desember 2018 | 19:51 WIB

4 Rekomendasi MPASI Terbaik yang Kaya Nutrisi

4 Rekomendasi MPASI Terbaik yang Kaya Nutrisi

Health | Senin, 01 Oktober 2018 | 16:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya

Health | Rabu, 01 April 2026 | 10:55 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB