YLKI Dukung Permintaan Menkes untuk Blokir Iklan Rokok di Internet

M. Reza Sulaiman

Rabu, 12 Juni 2019 | 20:22 WIB
YLKI Dukung Permintaan Menkes untuk Blokir Iklan Rokok di Internet
Ilustrasi bahaya asap rokok untuk anak-anak. [Shutterstock]

Suara.com - YLKI Dukung Permintaan Menkes untuk Blokir Iklan Rokok di Internet

Beredarnya surat permintaan pemblokiran iklan rokok di internet dari Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendapat tanggapan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Tulus Abadi, Ketua YLKI, mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan Menkes Nila. Ia pun mendukung agar Menkominfo Rudiantara melakukan pemblokiran iklan rokok di internet.

"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Menkes. Sudah seharusnya Menkes melakukan (permintaan blokir iklan rokok -red) dan Menkominfo memenuhi permintaan Menkes," ujar Tulus saat berbincang dengan Suara.com.

Tulus menyebut bahaya iklan rokok di internet sangat mengkhawatirkan. Pihaknya pun kerap melakukan advokasi terkait bahaya iklan rokok terhadap generasi muda seperti anak-anak dan remaja.

Iklan rokok di internet menurutnya berbahaya karena bisa dibukan kapanpun dan oleh siapapun, termasuk anak-anak.

Menurutnya, hal ini jelas memengaruhi peluang anak-anak dan remaja untuk merokok. Padahal sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah, rokok merupakan zat adiktif dan bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Surat Menkes Nila kepada Menkominfo Rudiantara terkait pemblokiran iklan rokok di internet. (Dok Suara.com/Istimewa)
Surat Menkes Nila kepada Menkominfo Rudiantara terkait pemblokiran iklan rokok di internet. (Dok Suara.com/Istimewa)

"Ini jelas sangat berbahaya, karena akan mempercepat keterpaparan iklan rokok pada anak-anak, dan meningkatkan prevalensi merokok pada anak-anak dan remaja," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam surat bernomor TM.04.01/Menkes/314/2019 tertanggal 10 Juni 2019 tersebut Menkes Nila meminta agar Menkominfo melakukan pemblokiran iklan rokok yang ada di internet saat ini.

baca juga

Permintaan pemblokiran iklan rokok dilandasi oleh hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, yang menyebut adanya peningkatan perokok usia anak dan remaja, dari 7,2 persen pada 2013, menjadi 9,1 persen di tahun 2018.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Surati Menkominfo, Menkes Minta Iklan Rokok Diblokir di Internet

Surati Menkominfo, Menkes Minta Iklan Rokok Diblokir di Internet

Health | Rabu, 12 Juni 2019 | 19:40 WIB

Jadi Alat Komunikasi Prostitusi Online, MiChat Akan Dipanggil Kominfo

Jadi Alat Komunikasi Prostitusi Online, MiChat Akan Dipanggil Kominfo

Tekno | Rabu, 12 Juni 2019 | 16:12 WIB

Rudiantara: Kominfo Akan Pantau Sosmed Jelang Sidang Sengketa Pemilu di MK

Rudiantara: Kominfo Akan Pantau Sosmed Jelang Sidang Sengketa Pemilu di MK

Tekno | Rabu, 05 Juni 2019 | 21:05 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×