YLKI Dukung Permintaan Menkes untuk Blokir Iklan Rokok di Internet

M. Reza Sulaiman
YLKI Dukung Permintaan Menkes untuk Blokir Iklan Rokok di Internet
Ilustrasi bahaya asap rokok untuk anak-anak. [Shutterstock]

YLKI menganggap pemblokiran iklan rokok harus dilakukan mengingat adanya peningkatan prevalensi perokok anak-anak dan remaja.

Suara.com - YLKI Dukung Permintaan Menkes untuk Blokir Iklan Rokok di Internet

Beredarnya surat permintaan pemblokiran iklan rokok di internet dari Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mendapat tanggapan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Tulus Abadi, Ketua YLKI, mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan Menkes Nila. Ia pun mendukung agar Menkominfo Rudiantara melakukan pemblokiran iklan rokok di internet.

"Saya mendukung dan mengapresiasi langkah yang dilakukan Menkes. Sudah seharusnya Menkes melakukan (permintaan blokir iklan rokok -red) dan Menkominfo memenuhi permintaan Menkes," ujar Tulus saat berbincang dengan Suara.com.

Tulus menyebut bahaya iklan rokok di internet sangat mengkhawatirkan. Pihaknya pun kerap melakukan advokasi terkait bahaya iklan rokok terhadap generasi muda seperti anak-anak dan remaja.

Iklan rokok di internet menurutnya berbahaya karena bisa dibukan kapanpun dan oleh siapapun, termasuk anak-anak.

Menurutnya, hal ini jelas memengaruhi peluang anak-anak dan remaja untuk merokok. Padahal sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah, rokok merupakan zat adiktif dan bisa menyebabkan berbagai penyakit.

Surat Menkes Nila kepada Menkominfo Rudiantara terkait pemblokiran iklan rokok di internet. (Dok Suara.com/Istimewa)
Surat Menkes Nila kepada Menkominfo Rudiantara terkait pemblokiran iklan rokok di internet. (Dok Suara.com/Istimewa)

"Ini jelas sangat berbahaya, karena akan mempercepat keterpaparan iklan rokok pada anak-anak, dan meningkatkan prevalensi merokok pada anak-anak dan remaja," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam surat bernomor TM.04.01/Menkes/314/2019 tertanggal 10 Juni 2019 tersebut Menkes Nila meminta agar Menkominfo melakukan pemblokiran iklan rokok yang ada di internet saat ini.

Permintaan pemblokiran iklan rokok dilandasi oleh hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, yang menyebut adanya peningkatan perokok usia anak dan remaja, dari 7,2 persen pada 2013, menjadi 9,1 persen di tahun 2018.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS