Anak Pemalu, Begini Cara Mendorongnya Agar Mau Bersosialisasi

Vania Rossa | Suara.com

Senin, 08 Juli 2019 | 07:09 WIB
Anak Pemalu, Begini Cara Mendorongnya Agar Mau Bersosialisasi
Anak pemalu, anak tak mau bersosialisasi. (Shutterstock)

Suara.com - Si kecil sudah masuk sekolah, tapi ia masih saja pemalu. Bahkan di kalangan teman-temannya, ia tampak paling pendiam dan enggan bergaul. Bagaimana cara mendorongnya agar mau bersosialisasi?

Beberapa anak memang seolah memiliki kemampuan alami untuk mudah berbaur, bahkan di lingkungan baru sekalipun, sementara sebagian yang lain tampak sangat kesulitan untuk membuat pendekatan pada orang lain. Anak pemalu ini memilih untuk menarik diri, menolak melakukan kontak mata, dan tidak berani mengatakan apa pun.

Padahal menurut orangtuanya, mereka tidak seperti itu jika di rumah. "Di rumah, ia tidak berhenti bicara," kata sebagian orangtua tentang anak pemalu mereka.

Lalu, bagaimana caranya agar anak pemalu mau bersosialisasi? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua, seperti dilansir dari erywellfamily.com.

1. Bermain peran
Gunakan imajinasi untuk bermain peran tentang situasi umum yang mungkin dihadapi si kecil sehari-hari di lingkungan sosial. Gunakan boneka atau diri sendiri untuk bermain peran.

Minta si kecil untuk membayangkan bahwa dia (atau bonekanya) berjalan masuk ke ruang pesta ulang tahun teman. Apa yang dia lakukan? Apa yang dia katakan? Kemudian gantian Anda yang bermain peran. Biarkan si kecil melihat bagaimana orang lain yang tidak pemalu akan bereaksi saat menghadapi situasi yang sama dengan dirinya.

2. Bercerita tentang rasa mau yang pernah Anda alami
Pastilah dalam hidup ada satu momen di mana Anda pernah merasa sedikit malu. Ceritakan pada anak tentang hal itu. Misalnya, saat hari pertama kerja, dan ceritakan bagaimana cara mengelola rasa malu tersebut. Empati akan menunjukkan kepada anak bahwa mereka tidak sendirian menjadi anak pemalu.

3. Persiapkan anak setiap kali akan bersosialisasi
Setiap kali anak akan keluar rumah menuju lingkungan atau situasi di mana Anda tahu ia pasti akan merasa tak nyaman, lakukan persiapan matang. Misalnya saat anak akan menghadiri pesta ulang tahun temannya, bicarakan pada anak tentang suasana pesta, siapa saja yang akan ia temui, dan acara apa saja yang akan berlangsung. Punya bayangan tentang apa yang akan terjadi, dapat membantu si kecil merasa lebih nyaman.

4. Bantu anak mencari teman
Kemampuan untuk berteman tidak datang begitu saja pada semua orang. Bagi anak-anak prasekolah, ini adalah sesuatu yang sama sekali baru, dan hal ini bisa menjadi sebuah tantangan. Jadi, kenapa tidak sedikit membantunya?

Anda bisa memulainya dengan memperkenal si kecil kepada anak teman yang seusianya. Jika mereka tampak nyaman bersama, lakukan langkah lanjutan dengan mengundang anak yang lain untuk bergabung.

5. Jangan panggil si kecil pemalu
Meskipun tidak apa-apa jika si kecil bersikap pemalu, tapi Anda sebaiknya tidak memberinya label sebagai anak pemalu. Karena semakin Anda membicarakannya, si kecil mungkin akan semakin merasa ada sesuatu yang salah dengannya. Padahal, malu itu tidak buruk, itu hanyalah bagian dari kepribadian anak.

Tahun-tahun prasekolah adalah tahun-tahun di mana anak mengalami berbagai jenis perkembangan, mulai dari fisik, emosi, perilaku, dan sosial. Dan selalu ada banyak masalah di tahap perkembangan ini, termasuk menjadi pemalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Sederet Jurus Memikat Pasangan Bagi Anda yang Pemalu

Ini Sederet Jurus Memikat Pasangan Bagi Anda yang Pemalu

Lifestyle | Senin, 06 Agustus 2018 | 20:30 WIB

Menghadapi Pasangan Pemalu

Menghadapi Pasangan Pemalu

Lifestyle | Kamis, 04 September 2014 | 10:33 WIB

Studi: Pemalu Lebih Lama di Depan Facebook

Studi: Pemalu Lebih Lama di Depan Facebook

Tekno | Jum'at, 29 Agustus 2014 | 16:09 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB