Menurut Studi, Wanita Hamil Perlu Lebih Banyak Makan Cokelat

Rima Sekarani Imamun Nissa, Yasinta Rahmawati

Kamis, 11 Juli 2019 | 17:40 WIB
Menurut Studi, Wanita Hamil Perlu Lebih Banyak Makan Cokelat
Perempuan hamil lagi pasca melahirkan. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa makan cokelat setiap hari dapat bermanfaat bagi bayi yang belum lahir. Mengingat daftar panjang makanan yang wanita harus hindari selama kehamilan, berita ini tentunya disambut hangat oleh calon ibu.

Seperti dilansir dari Asia One, cokelat, terutama cokelat hitam, mengandung flavonoid, yakni sebuah senyawa alami yang kaya akan antioksidan. Flavonoid dikenal untuk menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, kanker dan penyakit umum lainnya.

Cokelat mengandung jenis flavanol yang dikaitkan dengan pengurangan risiko masalah kardiovaskular dan menurunkan kolesterol.

Studi yang dipresentasikan kepada Society for Maternal-Fetal Medicine ini menyimpulkan bahwa makan cokelat setiap hari memiliki efek positif pada pertumbuhan dan perkembangan janin ibu hamil. Ini karena flavonoid dalam cokelat meningkatkan aliran darah di tubuh ibu.

Peningkatan aliran darah membantu plasenta berkembang dan berfungsi secara normal.

Sebuah studi menyebutkan cokelat lebih ampuh mengatasi batuk ketimbang obat batuk. (Shutterstock)
Makan cokelat. (Shutterstock)

"Dalam studi ini, wanita hamil makan cokelat selama trimester pertama dan trimester kedua. Studi ini tidak mengharuskan wanita untuk makan cokelat pada trimester ketiga," Dr Robyn Horsager-Boehrer dari UT Southwestern.

"Dan, ketika Anda mencapai trimester ketiga, bicarakan dengan dokter Anda apakah Anda harus mengurangi konsumsi cokelat Anda," lanjutnya.

Ilustrasi coklat hitam (Shutterstock).
Ilustrasi cokelat hitam (Shutterstock).

Meski makan cokelat dianjurkan, tetap ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Pertama, makanlah cokelat murni, bukan olahannya. Ini memberi rasa cokelat pekat tanpa kalori ekstra dan lemak tidak sehat.

Kedua, semakin gelap cokelat, maka semakin banyak flavonoid (dan biasanya lebih sedikit gula) yang dikandungnya. Ini adalah cokelat yang bagus dan kaya akan antioksidan.

baca juga

Terakhir, cukup 30 gram cokelat sehari. Bagaimanapun, semua yag berlebihan itu tidak baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Baik untuk Tubuh, 4 Ikan Ini Dinilai Mengandung Kadar Merkuri Tinggi

Tak Baik untuk Tubuh, 4 Ikan Ini Dinilai Mengandung Kadar Merkuri Tinggi

Health | Kamis, 04 Juli 2019 | 07:20 WIB

Ibu hamil yang Migrain Berisiko Alami Keguguran

Ibu hamil yang Migrain Berisiko Alami Keguguran

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 19:00 WIB

Bayi yang Lahir Kekurangan Vitamin D Berisiko Alami Tekanan Darah Tinggi

Bayi yang Lahir Kekurangan Vitamin D Berisiko Alami Tekanan Darah Tinggi

Health | Selasa, 02 Juli 2019 | 14:40 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB