Yulia Baltschun Minta Orang Tua Tak Biarkan Anak Tengkurap, Bisa Picu SIDS

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Yulia Baltschun Minta Orang Tua Tak Biarkan Anak Tengkurap, Bisa Picu SIDS
Ilustrasi bayi. (Shutterstock)

Yulia Baltschun sarankan orangtua agar tidak membiarkan anaknya tidur tengkurap karena bisa memicu kematian mendadak.

Suara.com - Yulia Baltschun, influencer sekaligus finalis Masterchef Indonesia 4 akhirnya menceritakan penyebab anak keduanya meninggal di usia 6 bulan.

Berdasarkan keterangan dokter, anak kedua Yulia kemungkinan meninggal dunia karena SIDS alias sindrom kematian mendadak. Tetapi, Yulia tidak mengentahui penyebab anaknya mengalami SIDS.

Yulia juga menduga ada kemungkinan lainnya di luar SIDS yang menyebabkan anaknya meninggal mendadak. Salah satunya, ia meminta agar orang tua tidak membiarkan anaknya tidur tengkurap.

"Jangan membiasakan anak Anda tengkurap kayak anak aku Kaola. Kalau Mauka dulu nggak suka tengkurap. Kadang miring dikit tapi lebih suka teletang," kata Yulia Baltschun dalam Youtube-nya.

Top 3 Masterchef Indonesia 4 ini mengatakan anak keduanya yang baru meninggal sebulan lalu memang suka tidur tengkurap. Bahkan anaknya bisa tengkurap selama 1 jam.

"Tapi kalau Kaola dari dia sudah bisa tengkurap sendiri, dia itu kayak tengkurap lagi tengkurap lagi. Jadi udah aku balikin eh tengkurap lagi," ceritanya.

Yulia Baltschun dan mendiang anak keduanya (Instagram/@yuliabaltschun)
Yulia Baltschun dan mendiang anak keduanya (Instagram/@yuliabaltschun)

Lantas Yulia kini menyadari kebiasaan anaknya tidur tengkurap cukup lama tidak baik. Kebiasaan itu juga bisa menjadi faktor penyebab anak meninggal dunia.

"Takutnya terlalu banyak tengkurap takutnya menekan perut terus naikin makanan ke atas, takutnya menekan jantung terus jadinya membuat ritme jantung tidak bagus," jelasnya.

Melansir dari Kids Health, kasus SIDS memang sering terjadi pada bayi yang meninggal karena kebiasaan tidur tengkurap daripada bayi yang tidur telentang.

Bahkan bayi tidak baik jika diposisikan tidur miring. Karena posisi ini membuat bayi lebih mudah berguling lalu tidur tengkurap.

Beberapa peneliti percaya bahwa tidur tengkurap dapat menghalangi jalan napas dan sakit pernapasan. Tidur tengkurap dapat membuat bayi "rebreathing", yakni menghirup udara yang dihembuskannya sendiri.

Ilustrasi bayi meninggal (Shutterstock).
Ilustrasi bayi meninggal (Shutterstock).

Begitu pula ketika bayi tidur di kasur yang lembut, penuh boneka di dekatnya dan letak bantal dekat wajahnya.

Ketika bayi menghirup udara yang dihembuskannya sendiri, tingkat oksigen dalam tubuhnya akan menurun dan tingkat karbon dioksida justru meningkat.

Karena, banyak kasus bayi meninggal karena SIDS biasanya memiliki masalah pada bagian otaknya yang membantu mengendalikan pernapasan dan bangun selama tidur.

Jika bayi menghirup udara yang dihembuskan dan tidak mendapat cukup oksigen. Kondisi ini akan memicu otak bayi untuk bangun dan menangis supaya mendapatkan lebih banyak oksigen.

Jika bayi tidak bangun dan menangis, kadar oksigen akan terus menurun dan menyebabkan kematian mendadak.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS