Pernikahan Sedarah di Sulawesi Selatan, Awas Risiko Penularan Penyakitnya!

Vika Widiastuti, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 31 Juli 2019 | 17:30 WIB
Pernikahan Sedarah di Sulawesi Selatan, Awas Risiko Penularan Penyakitnya!
Ilustrasi pernikahan sedarah (shutterstock)

Suara.com - Baru-baru ini pasangan seorang pria AA (38) dan adik kandungnya, BI (30) diusir oleh warga Desa Lamunre Tengah, Luwu, Sulawesi Selatan.

Pasalnya, pasangan kakak beradik itu telah menjalin hubungan seksual sedarah hingga memiliki 2 anak, berusia 2,5 tahun dan 1,5 tahun.

Berdasarkan pengakuan AA, ia sudah tidak mampu lagi menahan nafsu sampai akhirnya berhubungan seksual dengan adiknya selama tinggal dalam satu atap.

Perkawinan sedarah ini tentu bukan pertama kalinya terjadi di Indonesia. Padahal perkawinan sedarah ini memberikan banyak efek samping.

Studi terbaru dilansir dari Standford at The Tech Understanding Genetics, menunjukkan bahwa tanpa perkawinan sedarah saja, hubungan persepupuan sudah berisiko menularkan penyakit 2-3 persen lebih tinggi.

Apalagi jika saudara kandung atau sepupu ini menjalin perkawinan sedarah, pastinya risiko penularan penyakit jauh lebih tinggi.

Perkawinan sedarah hingga melahirkan seorang anak berisiko lebih tinggi menularkan penyakit resesif pada keturunan mereka.

Ilustrasi menikah atau pernikahan syari [shutterstock]
Ilustrasi menikah atau pernikahan syari [shutterstock]

Penularan penyakit resesif ini berasal dari gen ibu dan ayahnya. Resesif berarti bahwa kedua salinan gen harus memiliki versi yang sama agar memiliki efek. Ciri resesif yang umum adalah rambut merah atau mata biru. Penyakit resesif yang umum adalah fibrosis kistik dan anemia sel sabit.

Salinan gen yang tidak bekerja dengan baik dapat menyebabkan penyakit resesif. Tetapi biasanya mereka hanya menyebabkan penyakit jika kedua salinan gen tidak bekerja.

baca juga

Kita semua memiliki beberapa gen penyakit resesif, tetapi biasanya kita memiliki salinan gen kedua yang berfungsi menjaga kesehatan kita.

Ketika Anda memiliki satu salinan normal dan satu salinan gen penyakit, Anda disebut "pembawa" penyakit. Bisa jadi pasangan sedarah ini tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, tetapi mereka dapat menularkan penyakit gen ke anak-anak mereka.

Ada banyak penyakit resesif yang berbeda dan mereka cenderung langka. Artinya, dua orang tua yang tidak terkait kemungkinan besar merupakan pembawa gen penyakit yang berbeda satu sama lain.

Jika mereka memiliki anak bersama, anak-anak mungkin akan mendapatkan setidaknya satu salinan yang bagus dari salah satu gen itu. Jadi anak-anak tidak mungkin terkena penyakit itu.

Di sisi lain, saudara kandung memiliki hubungan yang sangat erat. Jadi mereka lebih cenderung menjadi pembawa penyakit yang sama. Sementara anak-anak mereka lebih mungkin mendapatkan dua salinan yang rusak dari gen-gen itu dan berakhir dengan penyakit ini.

Karena potensi risikonya yang besar, pasangan yang melakukan hubungan sedarah seringkali disarankan untuk menemui konselor genetik. Konselor genetik dapat mencari tahu apakah mereka berdua pembawa penyakit dan mempertimbangkan risikonya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Mengenal TPVI, Prosedur Ganti Katup Jantung Tanpa Bedah Terbuka

Health | Senin, 26 Oktober 2026 | 13:14 WIB

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Teknologi dan Kolaborasi Dokter Jadi Kunci Penanganan Penyakit Saraf dan Otak

Health | Minggu, 25 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Darurat Karhutla: Ketika Asap Beracun dan Ancaman Penyakit Mengintai Warga Tanpa Henti

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20 WIB

Satu dari Lima Diagnosis Kanker Tergolong Langka, Akses ke Dokter Spesialis Jadi Tantangan

Satu dari Lima Diagnosis Kanker Tergolong Langka, Akses ke Dokter Spesialis Jadi Tantangan

Health | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Selama Ini Dikenal untuk Transfusi, Ternyata Plasma Darah Bisa Diolah Menjadi Obat

Health | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:26 WIB

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Bukan Sekadar Alat Bantu, AI Kini Diandalkan Ilmuwan untuk Temukan Obat Penyakit Kompleks

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 20:44 WIB

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Perubahan Iklim Bisa Bikin Penyakit yang Ditularkan Nyamuk Makin Sulit Dikendalikan

Health | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

Kematian Misterius Teknisi Lab Rusia: Diduga Kebocoran Bakteri Pes, Bakal Ada Wabah Baru?

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

Sampah Organik Menggunung di Jakarta Jadi Sarang Tikus dan Sebar Penyakit!

News | Selasa, 06 Oktober 2026 | 09:24 WIB

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Sering Dianggap Cuma Efek Menua, Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Katup Jantung Bermasalah

Health | Senin, 05 Oktober 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

×