Anak Terbiasa Jujur Hingga Dewasa, Ini 5 Cara Latihannya

Rabu, 07 Agustus 2019 | 11:13 WIB
Anak Terbiasa Jujur Hingga Dewasa, Ini 5 Cara Latihannya
Ilustrasi Anak jujur, dalam Festival Anak Jujur di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta, Sabtu, (2/12).

Suara.com - Ungkapan 'anak kecil tidak pernah bohong' sangat sering kita dengar. Tapi bagaimana caranya agar mereka tetap memegang teguh nilai positif itu hingga dewasa? Pastinya harus dipupuk sejak dini oleh orangtua. Lalu Apa saja yang harus dilakukan?

Psikolog Anak Gene Beresin dari Clay Center for Young Health Minds, Massachusetts General Hospital, mengatakan setidaknya ada lima langkah yang harus dilakukan orangtua untuk melatih anak terbiasa jujur, mengutip Fatherly, Rabu (7/8/2019). Ini dia:

1. Berikan contoh langsung
Anak kecil memiliki kemampuan meniru yang hebat. Nah, yang jadi masalah adalah orangtua mungkin bisa menasehati, tapi memberikan contoh adalah cara paling konkrit.

Misalnya, saat ayah pergi dengan anaknya untuk berbelanja berbagai peralatan keperluan di supermarket dan sedikit melenceng karena mampir ke toko alat olahraga lalu pulang terlambat. Sesampainya ke rumah, ayah beralasan terlambat karena jalanan yang macet.

Padahal, seharusnya jujur saja karena anak akan temukan kontradiksi, ceramah yang berbeda dengan praktik atau contoh yang terjadi.

2. Meminta maaf ketika berbuat salah
Lagi-lagi perkara mencontoh, saat orangtua berbuat salah, misalnya salah menaruh saus favorit atau memasukkan wortel padahal anak tidak suka, orangtua harus mengakui kesalahan dan meminta maaf.

"Mengatakan apa yang terjadi, mengakui kesalahan, dan meminta maaf untuk menebus kesalahan sangatlah penting," jelas Beresin.

3. Beri kesempatan menjelaskan
Mendidik anak yang jujur perlu ekstra kesabaran. Saat bertambah umur dan anak melanggar aturan, jangan langsung memberikan hukuman.

Tidak ada salahnya orangtua meminta penjelasan anak, mengapa ia melakukan itu? Pastikan ia berkata jujur tapi tidak lantas juga dengan cara yang keras, lakukan perlahan. Jadilah orangtua yang dipercaya anak untuk menumpahkan keluh kesahnya.

Baca Juga: Disindir Bohong Bisa Beli Mobil Sport, Kaesang Menjawab Singkat dan Padat

4. Gunakan media seperti film dan buku
Pasti ada film dan karakter cerita yang disukai anak. Nah, saat menonton atau membaca cerita, sebisa mungkin orangtua terlibat. Misalnya, ketika ada karakter yang berbohong, jeda sementara cerita atau tontonan dan jelaskan apa yang terjadi, mengapa yang dilakukan karakter itu adalah perbuatan keliru.

5. Jelaskan kejujuran memang jadi tantangan
Ini juga jadi tantangan saat anak beranjak remaja, kita sudah tidak bisa lagi menyamakan pola pendidikan anak kecil, karena saat remaja mereka akan bertemu teman sebaya, bermain, atau bahkan berbuat curang saat di sekolah.

Beritahukan kejujuran memang sulit, tapi nilainya sangat berharga saat anak berada di lingkungan sosial dan jadi nilai tambah saat seseorang memilikinya.

Jadi, tetap semangat tanamakan nilai kejujuran pada si kecil, ya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI