Suara.com - Ria Irawan akhirnya buka suara terkait kondisinya yang belakangan dikabarkan menjalani pengobatan kanker kelenjar getah bening lagi. Padahal seperti diketahui, awal 2019 lalu Ria Irawan sempat dinyatakan membaik.
Melalui Instagram, Ria Irawan mengabarkan sedang mengalami kesulitan berbicara akibat tumor di otak. Karena itu, Ria Irawan pun sedang belajar untuk berbicara secara perlahan.
"Happy sunday, karena ada tumor di dalam kepala mengakibatkan saraf bicara saya tertekan," tulisnya.
Tetapi, apakah tumor otak yang Ria Irawan ini merupakan penyebaran dari kanker kelenjar getah beningnya yang aktif lagi?
Melansir dari American Cancer Society, penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lain disebut metastasis. Tim medis bisa memprediksi risiko di mana kanker akan menyebar ke organ tubuh lain dengan melihat posisi kanker pertama kali muncul.

Proses penyebaran ini terjadi ketika sel kanker melepaskan diri dari tumor aslinya lalu masuk ke dalam darah dan sampai ke organ tubuh lainnya.
Begitu sel-sel kanker ini mengumpul di organ tubuh lain melalui darah, sel jahat itu akan membentuk tumor baru. Jadi, bermula dari tumbuhnya tumor di organ tubuh lain.
Hal ini bisa terjadi karena jantung memompa darah dari seluruh tubuh melalui pembuluh darah paru-paru sebelum mengirimnya ke tempat lain.
![Ria Irawan [Suara.com/Wahyu Tri Laksono]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2019/03/14/78651-ria-irawan.jpg)
Sebuah studi yang dilakukan oleh para peneliti Massachusetts General Hospital (MGH) menemukan bahwa sel-sel kanker dari kelenjar getah bening metastasis dapat melarikan diri ke dalam sirkulasi dengan menyerang pembuluh darah nodal.
Kondisi ini bisa mengarah pada pengembangan metastasis di bagian tubuh lain.
Sejauh ini kanker kelenjar getah bening dipercaya bisa menyebar ke organ tubuh, seperti paru-paru, hati, tulang dan otak. Sel-sel kanker merah yang ditemukan dalam sirkulasi atau organ tubuh lain bisa saja berasal dari kelenjar getah bening metastasis, bukan tumor primer.