alexametrics

Keracunan Merkuri dari Krim Anti-Penuaan, Wanita Ini Koma Berminggu-minggu!

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Keracunan Merkuri dari Krim Anti-Penuaan, Wanita Ini Koma Berminggu-minggu!
Ilustrasi krim wajah mengandung merkuri (Pixabay/stux)

Apabila keracunan merkuri, kulit akan memunculkan gejala seperti kulit mengelupas, sakit kepala hingga hilang ingatan.

Suara.com - Seorang wanita telah dilarikan ke rumah sakit dan jatuh dalam kondisi semi-koma atau koma ringan setelah menggunakan krim anti-penuaan.

Petugas medis di Sacramento County, California, mengatakan wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu membeli krim yang dengan merek Pond's melalui jaringan yang mengimpor barang dari Meksiko.

Mereka mengungkapkan, produk anti-penuaan tersebut ternyata sudah diberi tambahan merkuri oleh pihak ketiga setelah dibeli, bukan oleh Pond's sendiri.

Merkuri memang dapat mengurangi hal-hal seperti bintik-bintik penuaan, tetapi memiliki risiko kesehatan.

Baca Juga: Hati-Hati Pakai Termometer Kaca Mengandung Merkuri, Ini Bahayanya!

Putranya mengatakan, dokter telah menemukan kadar merkuri yang sangat tinggi dalam krim ketika mereka menguji kosmetiknya untuk mencoba dan menentukan penyebab keracunan.

Menurut afiliasi media KCRA, darahnya memiliki 2.630 mikrogram merkuri per liter, yang mana 526 kali di atas batas aman lima mikrogram per liter.

Tanda-tanda keracunan jenis ini termasuk kehilangan ingatan, depresi, sakit kepala, tremor, dan penurunan berat badan, kata pihak medis.

Ilustrasi koma (Pixabay/Parentingupstream)
Ilustrasi koma (Pixabay/Parentingupstream)

Ini juga dapat menyebabkan kulit mengelupas, penyakit gusi, dan tekanan darah tinggi pada anak-anak.

Dokter yang menanganinya pun mengklaim kasus ini sebagai kasus keracunan merkuri pertama di Amerika Serikat akibat pemakaian krim kulit.

Baca Juga: Mengandung Merkuri, Kemenkes Bakal Tarik 5 Alat Kesehatan Ini

KCRA juga melaporkan wanita tersebut sudah tidak sadarkan diri selama berminggu-minggu. Sedangkan dirinya pertama kali masuk ke rumah sakit pada Juli lalu.

Komentar