Hari Stroke Sedunia, Kemenkes Waspadai Kasus Stroke di Usia Muda

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 29 Oktober 2019 | 06:05 WIB
Hari Stroke Sedunia, Kemenkes Waspadai Kasus Stroke di Usia Muda
Hari Stroke Sedunia, waspada penyakit stroke menyerang orang muda. (Shutterstock)

Suara.com - Hari Stroke Sedunia, Kemenkes Waspadai Kasus Stroke di Usia Muda

Hari Stroke Sedunia diperingati setiap tanggal 29 Oktober, guna mengampanyekan bahaya stroke kepada masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut, stroke kini bisa menyerang siapa saja, tak melulu lansia.

Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dr Cut Putri Ariane, M.H.Kes, mengungkap penderita stroke semakin meningkat di usia muda.

"Berdasarkan Riskesdas 2013 prevalensi stroke nasional 12,1 per mil dan yang terakhir data di 2018 menunjukkan 10,9 per mil. Kenaikan diperkirakan terjadi pada usia muda," ujar Cut Putri di Kemenkes RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2019).

Kisaran usia termuda disebutkan Putri ada di umur 35 tahun dan tertua 75 tahun. Umur ini lebih cepat dibanding tahun sebelumnya usia termuda penderita stroke yakni 40 hingga 45 tahun.

Alih-alih prediksi kota besar dengan angka prevalensi tertinggi stroke, Putri mengungkap justru Provinsi Kalimantan Timur lah yang punya prevalensi tertinggi dengan 14,7 per mil. Sedangkan Provinsi Papua mendapat urutan terendah yakni 4,1 per mil.

Sementara itu Jakarta masih di atas rata-rata nasional dengan 12,2 per mil prevalensi penderita stroke.

Di Indonesia berdasarkan Sample Registration System (SRS) pada 2014, stroke masih jadi sebab kematian tertinggi di kategori penyakit tidak menular dengan angka 21,1 persen. Sedangkan di dunia stroke jadi penyebab kematian tertinggi kedua, dan penyebab kecacatan ketiga.

ilustrasi stroke yang kini rentan menyerang orang muda. (Shutterstock)
ilustrasi stroke yang kini rentan menyerang orang muda. (Shutterstock)

"Data menunjukkan 1 dari 4 orang mengalami stroke, jangan sampao kota menjadi salah satu di antaranya, karena stroke dapay dicegah," tutur Cut Putri.

baca juga

Sementara BPJS Kesehatan 2016 menyebut stroke menghabiskan biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp 1,43 triliun, 2017 naik menjadi Rp 2,18 triliun, dan 2018 kembali naik menjadi Rp 2,56 triliun.

"Penyakit kardioserebrovaskuler seperti stroke, penyakit jantung koroner dapat dicegah dengan mengubah perilaku yang berisiko seperti penggunaan tembakau, diet yang tidak sehat dan obesitas, kurang aktivitas fisik dan konsumsi alkohol," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemenkes: Cuaca Panas Bikin Nyamuk Makin Banyak, Ketahui Pencegahannya!

Kemenkes: Cuaca Panas Bikin Nyamuk Makin Banyak, Ketahui Pencegahannya!

Health | Minggu, 27 Oktober 2019 | 17:04 WIB

Ini yang Dibutuhkan Rumah Sakit Indonesia agar SiapLayani Pasien Stroke

Ini yang Dibutuhkan Rumah Sakit Indonesia agar SiapLayani Pasien Stroke

Health | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 17:31 WIB

Sering Bermain Ponsel di Tempat Gelap, Pria Ini Alami Stroke Mata!

Sering Bermain Ponsel di Tempat Gelap, Pria Ini Alami Stroke Mata!

Health | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 14:14 WIB

Terkini

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Mendorong Anak Down Syndrome Tumbuh Mandiri Lewat Terapi dan Pelatihan

Health | Senin, 06 Juli 2026 | 16:40 WIB

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Bukan Sekadar Ambil Rapor, Kehadiran Ayah Ternyata Jadi Bekal Penting Anak Menyambut Sekolah

Health | Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:00 WIB

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

×