Peduli Kesehatan Mental Remaja, PKBI Bali Teliti Permasalahan Generasi Muda

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 30 Oktober 2019 | 20:52 WIB
Peduli Kesehatan Mental Remaja, PKBI Bali Teliti Permasalahan Generasi Muda
Komang Sutrisna, Direktur PKBI Bali (Suara.com/Shevinna Putti)

Suara.com - Permasalahan remaja dalam masa pertumbuhan sudah seharusnya menjadi perhatian. Pasalnya, hal ini nantinya berkaitan dengan persoalan pemberdayaan, kesehatan mental, seksualitas, dan kesehatan reproduksi.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali pun telah melakukan penelitian seputar kondisi dan permasalahan remaja di daerahnya yang sudah berjalan sejak 2018. Khususnya, remaja dari 5 SMP di Kota Denpasar yang menjadi sekolah percontohan.

Penelitian dalam bentuk Global Early Adolescent Study (GEAS) sebanyak 3 kali secara longitudinal ini melibatkan 4.681 siswa serta orangtua kelas 7 dan 8 dari sekolah percontohan. Lalu, sebanyak 1.752 di antaranya berasal dari Kota Denpasar.

Adapun 4 hal yang menjadi fokus penelitian mereka, antara lain kesehatan mental, kedekatan dan harapan orangtua, perundungan dan bullying serta kesehatan reproduksi.

Komang Sutrisna, SH selaku Direktur PKBI Bali pun melihat bahwa kesehatan mental justru paling rentan dialami remaja. Kondisi ini juga berkaitan dengan faktor lain yang bisa menyebabkan dampak lebih luas.

Komang Sutrisna, Direktur PKBI Bali (Suara.com/Shevinna Putti)
Komang Sutrisna, Direktur PKBI Bali (Suara.com/Shevinna Putti)

"Ada beberapa hal yang menjadi fokus. Maksudnya, ada satu permasalahan yang paling krusial sekarang ini pada anak-anak salah satunya kesehatan mental. Banyaknya, gangguan eksternal baik itu timbul dari akil balig di remaja maupun emosi mereka, banyak memengaruhi situasi remaja di Bali," jelas Komang Sutrisna dalam Media Briefing & Training di Grand Santhi Hotel, Denpasar pada Selasa (29/10/2019) kemarin.

Berdasarkan hasil penelitian mereka di 5 sekolah percontohan, setidaknya 22,8 persen anak melaporkan pengalaman tak menyenangkan di masa kecil.

Datanya, sebanyak 49 persen remaja merasa diolok-olok, 57 persen alami kekerasan verbal oleh orang dewasa, 39 persen merasa tidak dicintai, 27 persen merasa tidak ada yang melindungi, 11 persen pernah melihat ibunya disakiti dan 6,7 persen pernah dipaksa melakukan hubungan seksual oleh orang dewasa.

"Karena itu kita juga diminta untuk turun ke sekolah-sekolah oleh ibu wali. Karena tingkat bullying di sekolah-sekolah kita di Bali itu cukup tinggi," tutur Komang Sutrisna.

Hasil cukup mengejutkan juga ditemukan pada remaja laki-laki. Sebanyak 50,8 persen merasa khawatir terhadap sesuatu yang tak jelas, 37 persen merasa tidak bahagia hingga tak bisa tidur, 33 persen merasa sedih dan 25 persen berpikir untuk menyakiti diri sendiri.

Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)
Ilustrasi kesehatan jiwa, kesehatan mental (Shutterstock)

"Dari penelitian ini, ternyata remaja laki-laki justru mengalami gejala depresi yang lebih tinggi daripada perempuan," jelas Komang Sutrisna.

Hasil awal inilah yang akan didalami oleh PKBI untuk mencari tahu akar permasalahan-permasalahan di kalangan remaja. Salah satunya, mereka akan melakukan wawancara mendalam terhadap koresponden.

Pada akhirnya, mereka akan mengetahui penyebab utama yang mengganggu kesehatan mental anak remaja, termasuk 3 hal lain yang menjadi fokus mereka.

"Penelitian akan mendalam setelah ini, itu baru indikator yang muncul. Kita juga akan pakai penelitian mendalam dengan wawancara. Kita cari sampel dari beberapa remaja yang mendapat bullying dan terganggu tidurnya. Nanti April atau Mei 2020, kami akan turun ke lapangan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anak Main Media Sosial 1 Jam Sebelum Tidur, Awas Risiko Gangguan Mental!

Anak Main Media Sosial 1 Jam Sebelum Tidur, Awas Risiko Gangguan Mental!

Health | Sabtu, 26 Oktober 2019 | 13:15 WIB

Instagram Hapus Filter Wajah "Operasi Plastik", Ini Alasannya

Instagram Hapus Filter Wajah "Operasi Plastik", Ini Alasannya

Lifestyle | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 14:15 WIB

Depresi dan Kecemasan Bisa Sebabkan Kehilangan Memori, Ini Alasannya!

Depresi dan Kecemasan Bisa Sebabkan Kehilangan Memori, Ini Alasannya!

Health | Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:10 WIB

Ayah, Ibu, dan Bayi Berisiko Alami Shaming, Apa Dampaknya Bagi Mental?

Ayah, Ibu, dan Bayi Berisiko Alami Shaming, Apa Dampaknya Bagi Mental?

Health | Selasa, 22 Oktober 2019 | 08:15 WIB

Terkini

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Sering Sakit Kepala? Ini Ciri-Ciri yang Mengarah ke Tumor Otak

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 19:11 WIB

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini

Health | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:04 WIB

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB