9 Alasan Mengapa Menghukum Anak Tidak Disarankan

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Selasa, 05 November 2019 | 14:01 WIB
9 Alasan Mengapa Menghukum Anak Tidak Disarankan
9 Alasan Mengapa Menghukum Anak Tidak Disarankan. (Shutterstock)

Suara.com - Menghadapi anak yang berperilaku buruk memang jadi tantangan tersendiri bagi banyak orangtua. Terkadang, kita menunjukkan kemarahan dengan cara memberi hukuman, seperti mengurung mereka di kamar, mengambil mainan favorit mereka, bahkan hukuman fisik seperti memukul.

Tapi, apakah efektif? Para psikolog sudah sejak lama percaya bahwa hukuman hanya akan membawa hasil sementara. Dan sebagai gantinya, mereka menyarankan menggunakan cara efektif lain yang memberi manfaat jangka panjang.

Berikut adalah alasan mengapa Anda tidak disarankan menghukum anak, seperti dilansir dari Bright Side.

1. Menunjukkan reaksi Anda yang berlebihan
Biasanya, saat Anda melihat kelakukan buruk anak, Anda akan merasa kesal. Dalam hal ini, sangat sulit untuk tetap tenang, jadi Anda mulai menyerang balik dengan metode hukuman untuk membuat mereka merasakan hal yang sama juga.

Ledakan emosi negatif ini memengaruhi Anda dan anak Anda, dan mungkin bisa benar-benar menyebabkan beberapa konsekuensi serius, termasuk cedera fisik.

2. Hukuman menunjukkan kemalasan
Hukuman adalah bentuk komunikasi termudah dengan anak-anak, di mana mereka melakukan sesuatu yang tidak Anda sukai dan Anda melakukan sesuatu yang tidak mereka sukai sebagai imbalan, tanpa negosiasi dan tanpa penjelasan. Ini sangat mudah dilakukan karena tidak membutuhkan usaha dari pihak Anda, tetapi ini jelas bukan cara yang tepat untuk membesarkan anak yang bahagia dan sehat.

3. Menghentikan anak untuk mengembangkan sikap disiplin

9 Alasan Mengapa Menghukum Anak Tidak Disarankan. (Shutterstock)
9 Alasan Mengapa Menghukum Anak Tidak Disarankan. (Shutterstock)

Tujuan utama mengasuh anak adalah membesarkan seseorang yang siap membuat keputusan sendiri berdasarkan pengalaman mereka. Tetapi jika Anda sering menghukum anak-anak dan tidak memberi tahu mereka tentang konsekuensi dari tindakan mereka, mereka tidak akan dapat memahami apa yang benar dan apa yang salah dengan menggunakan pikiran mereka sendiri di masa depan.

Anak-anak ini biasanya tidak memiliki disiplin diri atau rasa empati karena tidak ada yang mengajari mereka hal-hal penting ini. Mereka hanya tahu bahwa ada bagian dari mereka yang tidak diinginkan atau buruk, dan orangtua mereka tidak menyukainya.

baca juga

4. Tidak mengubah perilaku anak
Anak-anak tidak bisa belajar ketika mereka merasa takut, tidak dihargai, atau memberontak. Dan itulah tepatnya yang mereka rasakan ketika Anda menghukum mereka. Jika Anda berpikir bahwa dengan hukuman Anda tengah mengajari mereka perilaku yang benar, Anda sebenarnya mengirim satu pesan sederhana kepada mereka sebagai gantinya, yakni "kamu melakukan sesuatu yang salah dan ini adalah konsekuensi dari berperilaku dengan cara yang buruk".

Pesan ini menempatkan anak pada posisi yang tidak nyaman ketika mereka tidak tahu bagaimana mencari tahu perilaku yang benar sendiri. Karena hal ini, emosi negatif mereka dapat tertahan dan muncul kemudian ketika situasinya berulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hukum Siswa Makan di Toilet, TK di China Membuat Publik Geram

Hukum Siswa Makan di Toilet, TK di China Membuat Publik Geram

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:30 WIB

Kourtney Kardashian dan Scott Disick Kompak Ajarkan Anak Kedisiplinan

Kourtney Kardashian dan Scott Disick Kompak Ajarkan Anak Kedisiplinan

Lifestyle | Selasa, 17 September 2019 | 17:45 WIB

Kabar Dipukul Hingga Ingin Dijual Bapak, Ini Klarifikasi Vanessa Angel

Kabar Dipukul Hingga Ingin Dijual Bapak, Ini Klarifikasi Vanessa Angel

Entertainment | Minggu, 08 September 2019 | 19:22 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×