Semua Orang Bisa Berisiko Terkena PPOK, Ini Gejalanya

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Selasa, 26 November 2019 | 16:37 WIB
Semua Orang Bisa Berisiko Terkena PPOK, Ini Gejalanya
Konferensi pers menyambut Hari Penyakit Obstruktif Kronik Sedunia, di kantor PDPI, Jakarta Timur, Selasa, (26/11/2019). (Suara.com/Risna Halidi)

Suara.com -  Semua Orang Bisa Berisiko Terkena PPOK, Ini Gejalanya

Berdasarkan data BOLD (The Burden of Obstructive Disease) diperkirakan ada 384 juta kasus Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di tahun 2010 lalu. Di Indonesia sendiri, jumlah pasien PPOK menurut data Riskesdas 2013 adalah 9.2 juta jiwa.

Menurut Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR, PPOK dan asma memiliki gejala yang hampir sama. Hanya saja, PPOK kurang familiar di telinga masyarakat Indonesia padahal PPOK telah diduga sebagai penyebab kematian keempat terbanyak di dunia.

"PPOK ini tidak terlalu familiar. Padahal ada dan ini penyakit penyempitan saluran nafas yang sama seperti asma akibat menghirup zat kimia berbahaya seperti rokok atu polusi," kata Dr. Agus dalam acara konferensi pers menyambut Hari Penyakit Obstruktif Kronik Sedunia, di kantor PDPI, Jakarta Timur, Selasa, (26/11/2019).

Diceritakan oleh spesialis paru, Prof. Dr. dr. Faisal Yunus Sp.P(K), meski memiliki gejala yang hampir sama dengan asma, namun PPOK biasanya menyerang perokok aktif di atas usia 40 tahun.

Beberapa gejala PPOK adalah batuk berlendir, napas pendek, dan sesak napas, serta cepat lelah yang timbul akibat menghirup gas dan partikel berbahaya.

Beberapa faktor risiko PPOK adalah merokok, terpapar polusi di rumah, lingkungan sekitar dan tempat kerja, asap bakaran dan sampah, bahkan asap akibat aktivitas memasak.

Diagnosis bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan Faal paru yang berguna untuk menunjang diagnosis, melihat laju dan perkembangan penyakit serta prognosis ke depannya.

Prof Faisal mengatakan, pengobatan pada pasien PPOK ditujukan untuk memperlambat kerusakan paru bukan menyembuhkan. "Tujuan pengobatan adalah mengurangi atau memperlambat penyakit PPOK," tambahnya.

baca juga

Karena itu, keduanya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dan melakukan pencegahan sedini mungkin dengan tidak merokok serta menggunakan masker ketika beraktivitas di kawasan berpolutan tinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kevin Idol 2018 Idap Gangguan Psikosomatis, Hati-hati Risiko Penyakitnya

Kevin Idol 2018 Idap Gangguan Psikosomatis, Hati-hati Risiko Penyakitnya

Health | Minggu, 10 November 2019 | 19:15 WIB

Penderita Insomnia Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung dan Stroke

Penderita Insomnia Lebih Berisiko Kena Penyakit Jantung dan Stroke

Health | Sabtu, 09 November 2019 | 11:06 WIB

Asyik Konsumsi Minuman Bewarna dan Berasa, 11 Penyakit Ini Hantui Anda

Asyik Konsumsi Minuman Bewarna dan Berasa, 11 Penyakit Ini Hantui Anda

Health | Senin, 16 September 2019 | 15:22 WIB

Terkini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Apa yang Harus Dilakukan Jika Jadi Korban Penyadapan? Simak Langkah Darurat Ini

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 11:01 WIB

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

Kemudi Kosong Kantor Staf Presiden Setelah Listyo Sigit Ditahan, Siapa yang Menggantikan?

News | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Tak Apa-Apa Tak Sempurna: Belajar Menerima Diri dan Menjalani Hidup dengan Lebih Bahagia

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 11:00 WIB

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

Sadap Prabowo, Listyo Sigit Terancam Hukuman Mati?

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

Kenapa Prabowo Disadap? Motif Penyadapan Ilegal oleh Listyo Cs Dibongkar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Anggota Polda Sulsel Ditemukan Tewas di Lokasi Tambang Masmindo Luwu

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 10:56 WIB

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

Tanpa Dipanggil, Nusron Wahid Tiba-tiba Sambangi KPK: 'Inisiatif Datang Sendiri'

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

Trump Disebut Siapkan Serangan Nuklir ke Iran Karena Permintaan PM Israel

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:53 WIB

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Notifikasi SISCAMLING Telkomsel Muncul Terus? Begini Cara Mematikannya

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 10:51 WIB

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

Kasus Penyadapan Presiden, ISESS: Ungkap User Data Penting untuk Telusuri Dugaan Makar

News | Rabu, 04 November 2026 | 10:50 WIB

×