Kaleidoskop Kesehatan 2019: Siswa SMA Temukan Obat Kanker dari Akar Bajakah

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 19 Desember 2019 | 07:10 WIB
Kaleidoskop Kesehatan 2019: Siswa SMA Temukan Obat Kanker dari Akar Bajakah
Aysa, Anggina, dan Rafli, tiga siswa SMAN 2 Palangkaraya penemu manfaat akar bajakah. (Suara.com/Risna Halidi)

Pendapat yang sama juga dikeluarkan oleh Dr.dr.Andhika Rachman, SpPD-KHOM, seorang pakar onkologi medik. Sebelum diberikan kepada pasien, akar bajakah harus melalui penelitian dan uji klinis terlebih dahulu untuk membuktikan keamanannya.

Menurut Andhika, obat herbal memang mengandung serangkaian zat aktif yang punya beragam manfaat. Contohnya superbetakaroten yang meregenerasi sel, sehingga sel yang mati akibat kanker tumbuh kembali atau kandungan antioksidan di buah sirsak bisa menekan sel kanker.

Tapi semuanya harus jelas terukur kandungannya, serta apa efek sampingnya saat dikonsumsi. Nah, hal ini baru bisa ditemukan jika penelitian dilakukan secara ilmiah.

"Berapa tahun lalu ketika buah merah booming, orang ramai-ramai tinggalkan minum obat HIV, apa yang terjadi? sembuh tapi jalannya di tanah kusir (meninggal). Seperti itu yang terjadi, ini penyesatan media yang harus diluruskan, bukan berarti alergi obat herbal, semua obat herbal adalah kimia, kalau herbal kenapa itu bisa bikin efek samping?" tegasnya.

Penelitian Bajakah Dilanjutkan Litbangkes

Dukungan datang juga dari Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek. Ia mengaku bangga dengan penelitian yang dilakukan oleh para siswa SMA ini karena mengedepankan tanaman asli Indonesia.

Bahkan ke depannya, Menkes meminta agar Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) untuk melanjutkan penelitian tentang akar bajakah.

"Kita (pemerintah) mendorong untuk anak-anak agar ide-idenya difasilitasi. Nanti ada Litbangkes yang ingin neneliti sampai betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat," ujar Menkes Nila (26/8).

Ia menambahkan, melalui penelitian tersebut, akan diketahui materi di dalam bajakah secara terpadu.

Baca Juga: Belum Diteliti Ilmiah, Dokter Onkologi Tegaskan Bajakah Bukan Obat Kanker

"Kalau sudah dapat materinya, kita uji menggunakan binatang. Kalau ternyata bagus, kita uji lagi dengan manusia," lanjutnya.

Apabila setelah diuji pada manusia juga memiliki hasil yang bagus, Nila Moeloek mengatakan bajakah ini suatu saat dapat menjadi produk obat.

Demi mewujudkannya, Kementerian Kesehatan RI akan memberi motivasi serta dorongan terkait pengembangan bajakah menjadi obat kanker.

"Nanti kita memotivasi atau melakukan pendorongan, tapi harus melalui penelitian," tutup Nila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI