Idap Penyakit Langka yang Tak Bisa Sembuh, Kulit Bocah Ini Sering Berdarah

Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana | Rosiana Chozanah
Idap Penyakit Langka yang Tak Bisa Sembuh, Kulit Bocah Ini Sering Berdarah
Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)

Bocah ini mengalami kerusakan pada bagian otak dan kulitnya akibat hypereosinophilic syndrome (HES).

Suara.com - Grayson Heinle, bocah asal Jensen Beach, Florida, dilahirkan dengan kondisi sehat-sehat saja. Ia juga tumbuh layaknya anak laki-laki seumurannya.

Namun keadaan tiba-tiba berubah awal tahun lalu, saat Grayson sulit dibangunkan oleh ibunya ketika tertidur di sofa.

Laki-laki kecil itu harus dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Hasilnya, Grayson menderita penyakit langka, yaitu hypereosinophilic syndrome (HES). Kondisi ini membuatnya memiliki jumlah sel darah putih yang abnormal dan belum ada obatnya.

Penyakit gangguan darah dapat menyebabkan kerusakan organ parah dari waktu ke waktu. Pada Grayson, kulit dan otaknyalah yang diserang.

Dilansir Daily Mail, HES adalah sekelompok kelainan darah langka yang terjadi ketika seseorang memiliki jumlah eosinofil sangat tinggi. Eosinofil adalah sel darah putih yang membantu melawan penyakit, biasanya infeksi, reaksi alergi, atau kanker.

Kebanyakan orang memiliki kurang dari 500 sel darah putih per mikroliter dalam darah mereka, menurut American Academy of Allergy, Asthma and Immunology. Namun, orang-orang dengan HES memiliki sel darah putih tiga kali lebih banyak.

Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)
Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)

Eosinofil ini pun menyebar ke jaringan dan organ tubuh, termasuk kulit, jantung, paru-paru, dan sistem saraf, menyebabkan peradangan dan kerusakan.

Tergantung pada bagian tubuh mana yang terpengaruh, penderita mungkin mengalami ruam kulit, batuk, napas pendek, kelelahan, atau hilangnya daya ingat.

HES pun dapat berakibat fatal apabila penderitanya mengalami kerusakan organ secara luas di tubuhnya.

Sayangnya, hingga kini belum ada obat atau pengobatan yang diketahui dapat mencegah kerusakan jaringan dengan mengurangi jumlah eosinofil di dalam tubuh.

Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)
Grayson Heinle (Facebook/ Ariel Wallace)

"Sering kali saya merasa seperti menunggu putra saya meninggal, seperti apa organ yang akan gagal berikutnya, atau sistem apa yang akan gagal berikutnya," tutur Ariel Wallace, ibu Grayson.

Grayson akhir-akhir ini sudah mengalami kejang, perubahan suasana hati, ruam, dan luka berdarah.

"Terkadang ia mengalami kerusakan kulit dan, tanpa alasan, terluka di sekujur tubuhnya, dan dia menangis, sengsara, menjerit, hingga berdarah di mana-mana," sambung Wallace.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS