Bahaya bagi Paru-Paru, Dokter Larang Oleskan Vicks di Lubang Hidung

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 07 Januari 2020 | 17:00 WIB
Bahaya bagi Paru-Paru, Dokter Larang Oleskan Vicks di Lubang Hidung
Ilustrasi hidung. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang dokter dari Rumah Sakit St. Joseph di Lexington, Kentucky mengklaim terlalu banyak menghirup salep oles Vicks dalam jangka panjang dapat menyebabkan komplikasi pernapasan

Dokter Hawa J. Edriss dari St. Joseph tersebut mengunggah tentang bahaya menghirup Vicks di Facebook pada 29 Desember 2019 lalu. Ia menceritakan kondisi seorang pria setengah baya yang memiliki kebiasaan menghirup Vicks dari Vaporub.

Melansir dari Next Shark, dokter mengatakan bahwa pasiennya tersebut kebiasaan mengoleskan Vicks pada lubang hidungnya dan menghirupnya untuk mengatasi hidung tersumbat daripada menggunakan uap.

Karena kebiasaannya itu, pria tersebut berulang kali menjalani perawatan di rumah sakit karena masalah pernapasan. Sampai akhirnya, ia didiagnosis menderita pneumonia menular dan diberikan antibiotik.

Pria itu juga menjalani dua jenis CT scan yang diambil setelah 6 bulan. Hasil dari dua jenis CT scan tersebut membuktikan bahwa ia menderita penumonia.

Ilustrasi rontgen paru-paru (shutterstock)
Ilustrasi rontgen paru-paru (shutterstock)

Setelah ditelusuri, ternyata pria itu menderita kondisi tak lazim yang disebut pneumonia lipoid eksogen. Kondisi ini bisa menyebabkan munculnya bentuk buram di paru-paru.

"Kondisi ini disebabkan oleh inhalasi, lemak hewan, minyak nabati atau minyak mineral. Hal ini bisa bermanifestasi secara radiologis dalam waktu 30 menit dari peristiwa aspirasi atau inhalasi dan buram di bagian paru-paru bisa muncul pada sebagian besar pasien dalam waktu 24 jam," jelas dokter tersebut melalui Facebook.

Karena kasus ini, dokter menyarankan agar orang-orang tidak menggunakan Vicks atau bahan berbasis minyak pada lubang hidung. Sebab, produk ini mengandung petrolatum, minyak kayu putih, minyak kayu cedarleaf, minyak pala, minyak thymol dan minyak terpentin (getah dari pohon pinus).

Sehingga mengoleskan Vicks ke dalam pubang hidung bisa menyebabkan infeksi paru-paru. Sayangnya, sebagian besar kasus ini seringkali tidak terdiagnosa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

China Terserang Wabah Pneumonia Misterius, Puluhan Orang Terjangkit

China Terserang Wabah Pneumonia Misterius, Puluhan Orang Terjangkit

Health | Minggu, 05 Januari 2020 | 18:00 WIB

Gara-Gara Filler Hidung, Wanita Ini Kehilangan Penglihatan

Gara-Gara Filler Hidung, Wanita Ini Kehilangan Penglihatan

Lifestyle | Kamis, 12 Desember 2019 | 15:19 WIB

Ingin Rhinoplasty seperti Puteri Novitasari? Begini Persiapannya!

Ingin Rhinoplasty seperti Puteri Novitasari? Begini Persiapannya!

Health | Rabu, 11 Desember 2019 | 15:42 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB