Jelang Imlek, Ini Langkah Kemenkes Cegah Pneumonia dari China

M. Reza Sulaiman

Senin, 20 Januari 2020 | 19:22 WIB
Jelang Imlek, Ini Langkah Kemenkes Cegah Pneumonia dari China
Warga melihatpernak pernik Imlek di Pasar Glodok, Jakarta Barat, Selasa (14/01). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Jelang Imlek, Ini Langkah Kemenkes Cegah Pneumonia dari China

Tahun Baru Imlek akan dirayakan sebentar lagi. Indonesia akan mengalami peningkatan kunjungan dari dan ke China, tak terkecuali di Bandara Soekarno-Hatta.

dr Anung Sugihantono, MKes, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, mengatakan pencegahan di pintu masuk negara merupakan langkah utama untuk menghindari datangnya penyakit dari luar, termasuk pneumonia virus korona hingga MERS dan Ebola.

"Kita pasang thermal scanner di seluruh bandara dan pelabuhan. Jadi penyakit infeksi itu rata-rata gejalanya demam, nah ketika demam, suhu tubuh naik kelihatan di alat ini. Nanti akan kita periksa dan kalau dicurigai penyakit menular berbahaya kita rujuk ke rumah sakit," tutur dr Anung, dalam temu media di Kemenkes, Senin (20/1/2020).

Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelasi Soekarno-Hatta, dr Anas Ma'ruf, MKM. Terlebih saat imlek, akan ada peningkatan pengunjung.

"Dalam kondisi rutin itu seluruh kedatangan internasional penumpang, personil pesawat, kru kapal dan sebagainya selalu dilakukan pemeriksaan oleh scanner. Meskipun tidak ada penyakit yang kita waspadai ketika ada situasi tertentu penyakit yang kita waspadai, kita tingkatkan. Contoh ketika ada penyakit coronavirus dari China, kita amati lebih ketat lagi," tuturnya.

Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)
Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)

Selain itu, Kemenkes juga mewajibakan adanya health alert card bagi para pengunjung dari China. Kartu berwarna kuning itu diberikan pada pengunjung, dan wajib melaporkannya jika mengalami keluhan kesehatan dalam waktu kurang dari 2 minggu.

"Jadi pertanyaan tambahan untuk memeriksa pasien selain gejala, umur, ditanyakan juga 'baru pulang dari mana'. Ini rekomendasi dari WHO," pungkasnya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Budaya Ini Jadi Penyebab Kasus Antraks Kerap Muncul di Gunungkidul

Budaya Ini Jadi Penyebab Kasus Antraks Kerap Muncul di Gunungkidul

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 17:47 WIB

Rayakan Tahun Baru Imlek, Ancol Bagi-bagi 2571 Angpao pada Pengunjung

Rayakan Tahun Baru Imlek, Ancol Bagi-bagi 2571 Angpao pada Pengunjung

Lifestyle | Senin, 20 Januari 2020 | 16:39 WIB

Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China

Kenali, Perbedaan Pneumonia Biasa dengan Pneumonia Virus Korona dari China

Health | Senin, 20 Januari 2020 | 15:59 WIB

Terkini

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

RAPBN 2027: Pemeritah-DPR Pangkas Anggaran Subsidi Energi Jadi Rp 261,5 Triliun, Turun Rp 11,44 T

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:33 WIB

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Suahasil Ungkap Anggaran Sekolah Gratis Diambil dari Dana Pendidikan Rp 824 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:29 WIB

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Perusahaan Asing Mulai Garap Industri Bioetanol di RI

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:27 WIB

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Terciduk Jalan Bareng Cewek di Milan, San ATEEZ Akhirnya Buka Suara Bantah Rumor Kencan!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:25 WIB

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Dari Racun OOTD ke Checkout, Apakah Ini Cara Medsos Dorong Budaya Belanja?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:20 WIB

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Gegara Nikel dan Emas, MDKA Balik Untung USD102 Juta di Semester I 2026

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:18 WIB

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Wasit Ginanjar Disebut Lontarkan Umpatan, Pelatih PSPS: Sangat Tidak Respect!

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 12:16 WIB

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Inhealth Perluas Jaringan Layanan, Gandeng 8.000 Provider hingga Luar Negeri

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:13 WIB

Penari Lengger Tanpa Sampur

Penari Lengger Tanpa Sampur

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 12:06 WIB

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Uang Tunai Makin Jarang Dipakai, Transaksi QRIS Tembus Rp1,12 Kuadriliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 12:03 WIB

×