Virus Corona Bisa Menular Lewat Kotoran Ular, Begini Penyebarannya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 23 Januari 2020 | 14:43 WIB
Virus Corona Bisa Menular Lewat Kotoran Ular, Begini Penyebarannya!
Ilustrasi ular - (Pixabay/Pascal-Laurent)

Suara.com - Sekarang ini virus corona telah merenggut 17 nyawa orang di Wuhan, China. Menurut analisis gentik menduga virus ini telah menyebar antar-manusia melalui ular.

Sebelumnya, kelelawar buah diduga berisiko menularkan virus corona ini kepada manusia. Kini, ular juga diduga bisa menyebarkan virus corona karena banyak orang mengonsumsinya.

Sejak 22 Januari 2019, China telah mengonfirmasi sudah ada sebanyak 555 kasus orang terinfeksi virus corona. Virus ini menyebabkan demam, sulit bernapas dan radang paru-paru.

Guna mencegah penyebaran virus tersebut, Wuhan pun menutup sementara transportasi umum. Beberapa orang yang sudah terinfeksi virus pun ditempatkan dalam ruang pemantauan khusus atau karantina.

Sementara itu, sebanyak 444 kasus infeksi virus corona juga dilaporkan telah terdeteksi di luar Wuhan, mulai Guangdong, Beijing dan Shanghai. Sedangkan, negara selain China yang mendeteksi kasus virus corona antara lain Thailand, Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Ilustrasi virus korona (Coronavirus). (Shutterstock)
Ilustrasi virus korona (Coronavirus). (Shutterstock)

Sumber infeksi virus corona ini diduga berasal dari makanan di Wuhan yang dikunjungi oleh pasien beberapa hari sebelumnya. Karena, pasar ini dikenal menjual hewan liar dan peternakan hidup, termasuk marmut, kelinci, burung, kelelawar dan ular.

Guna memastikan bahwa virus corona berasal dari hewan-hewan tersebut, Wei Ji dan rekannya di Universita Peking di China membandingkan genom dari lima sampel virus corona dengan 217 virus serupa dari berbagai spesies.

Hasil analisis tim menunjukkan bahwa virus baru terlihat mirip dengan yang ditemukan pada kelelawar. Tetapi, kebanyakan seperti virus yang terlihat pada ular.

"Hasil yang diperolah dari analisis kami menunjukkan pertama kalinya bahwa ular adalah reservoir hewan liar yang paling mungkin menularkan virus corona," tulis tim penelitian dikutip oleh New Scientist.

Namun, Haitao Guo di University of Pittsburgh di Pennsylvania berpendapat bahwa penelitian ini masih membutuhkan lebih banyak bukti eksperimental.

Ilustrasi ular - (Pixabay/Pascal-Laurent)
Ilustrasi ular - (Pixabay/Pascal-Laurent)

Virus baru mungkin terbentuk sebagai hasil kombinasi virus dari kelelawar dan ular. Hal ini bisa terjadi dua spesies hewan ini disimpan dalam jarak dekat seperti yang terjadi di pasar makanan.

Kemudian, virus corona ini menyebar antar-manusia melalui udara. Tetapi, Peter Rabinowitz di University of Washington di Seattle mengatakan bahwa hal itu masih spekulasi.

"Ini masih spekulasi, tetapi jika virus ada di sekresi atau kotoran ular, ada kemungkinan untuk aerosolise dan dihirup manusia jika ada banyak ular dan orang," kata Peter Rabinowitz.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mengatakan kalau virus corona ini termasuk dalam keluarga SARS dan MERS. Karena itu, wabah virus corona ini dianggap darurat kesehatan publik dan menjadi perhatian internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror Virus Corona, Bandara dan Pelabuhan di Papua Diperketat

Teror Virus Corona, Bandara dan Pelabuhan di Papua Diperketat

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 13:53 WIB

Cegah Virus Corona Menyebar, Bandara Adisutjipto Perketat Pengawasan

Cegah Virus Corona Menyebar, Bandara Adisutjipto Perketat Pengawasan

Jogja | Kamis, 23 Januari 2020 | 13:49 WIB

Virus Corona, Bandara I Gusti Ngurah Rai Waspadai Penumpang Bersuhu Tinggi

Virus Corona, Bandara I Gusti Ngurah Rai Waspadai Penumpang Bersuhu Tinggi

News | Kamis, 23 Januari 2020 | 13:19 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB