IDI: Pasien Suspect di Bali, Negatif Virus Corona

Ririn Indriani | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Jum'at, 24 Januari 2020 | 17:41 WIB
IDI: Pasien Suspect di Bali, Negatif Virus Corona
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)

Suara.com - Kabar mengenai adanya pasien diduga (suspect) terinfeksi virus corona yang dirawat di RSUP Sanglah Denpasar, Bali, telah diketahui oleh Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Anggota PB IDI, Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD-KPTI, FACP, FINASIM, Ph.D yang merupakan ahli penyakit tropik dan infeksi mengaku, sudah mendengar kabar tersebut dua hari lalu, tepatnya Selasa (21/1/2020) sore.

Namun saat itu, kata dia, IDI baru mendapatkan informasi ada 2 pasien suspect virus corona di RSUP Sanglah.

"Jadi saya dihubungi, karena kami dari himpunan dokter tropik infeksi, jadi memang ada ahli-ahli khusus tropik infeksi, salah satu sejawat ini menangani 2 pasien secara berurutan di waktu yang berbeda," ujar Dr. Erni di kantor Sekretariat IDI, Jakarta Pusat, Jumat (24/1/2020).

Pasien pertama yang dirawat di RSUP Sanglah, kata dr Emi, berasal dari Wuhan, tapi sebelumnya sempat ke Thailand sebelum kasus virus corona Thailand dilaporkan. "Lalu dia ke Bali, dia sakit pneumonia berat, usianya juga di atas 60," cerita dr Emi.

Setelah dilakukan pemeriksaan dahak pasien tersebut, sampelnya kemudian dikirim ke Litbangkes di Jakarta dan hasilnya negatif. Namun, kata dr Emi, yang menjadi kekhawatiran adalah virus corona merupakan virus baru yang belum diketahui mekanisme, pakem dan tatalaksana yang tepat.

Infografis virus Corona (coronavirus) dan gejalanya. (Shutterstock)
Infografis virus Corona (coronavirus) dan gejalanya. (Shutterstock)

Apalagi, lanjut dr Emi, penularannya tidak terlihat karena melalui udara (airborne disease).

"Beliau ini dengan istrinya sudah cek darah, udah dikonfirmasi pemeriksaannya ke litbangkes, itu tidak confirm alias negatif. Lalu apa yang harus dilakukan, karena waktu itu belum ada penjelasan dari kemenkes, tapi ya ini tatalaksana dengan infeksi airborne. Seperti biasa kalau ada penularan lewat udara apa sih tata laksananya," ungkapnya panjang lebar.

Untuk yang suspect, sambung dr Emi, medis kemudian melakukan investigasi apakah pasien sudah bertemu dan kontak dengan orang terdekat, yang bisa dicurigai tertular virus corona, meski mereka belum merasakan sedikit pun gejalanya seperti batuk, bersin, pusing, sesak napas, dan demam, atau gejala pneumonia pada umumnya.

"Dicari orang sekelilingnya, itu yang sedang dilakukan. Jadi, sudah langsung dengan dinas kesehatan untuk PE (penyelidikan evidence based). Langsung dicari, bapak dalam 5 hari terakhir ke mana saja, ketemu siapa aja, beliau ini dicari kemudian dicek, biarpun belum sakit," tutur dr Emi merinci.

Nah, untuk mencegah berkembang biak lebih besar, maka pasien suspect virus corona, sambung dia, juga harus diisolasi di ruang bertekanan negatif. Perawatan dilakukan khusus selama beberapa hari dan terus dipantau untuk dilakukan pengecekan.

"Kalau negatif di awal kapan harus diulang (tesnya). Sebenarnya kalau pakai teori secara umum harusnya enggak perlu diulang, tapi kita kan berbicara barang (virus) baru. makanya ada beberapa di WHO yang mau dikembangkan, nah di situ masalahnya," tutup dr. Erni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Virus Corona, Nasib 420 Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di China?

Heboh Virus Corona, Nasib 420 Mahasiswa Indonesia yang Kuliah di China?

Health | Jum'at, 24 Januari 2020 | 16:09 WIB

Cegah Virus Corona, DPR ke Kemenlu: Berlakukam Travel Warning ke Wuhan

Cegah Virus Corona, DPR ke Kemenlu: Berlakukam Travel Warning ke Wuhan

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:50 WIB

Virus Corona Mencekam, Belasan Petugas Medis di China Ikut Terinfeksi!

Virus Corona Mencekam, Belasan Petugas Medis di China Ikut Terinfeksi!

Health | Jum'at, 24 Januari 2020 | 15:55 WIB

Keluarga Dilarang Kontak Langsung, Pasien Suspect Corona Diisolasi di RSPI

Keluarga Dilarang Kontak Langsung, Pasien Suspect Corona Diisolasi di RSPI

News | Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:50 WIB

2 Bandara di Indonesia Ini Dijaga Ketat dari Penyebaran Virus Corona

2 Bandara di Indonesia Ini Dijaga Ketat dari Penyebaran Virus Corona

Bisnis | Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:39 WIB

Lindungi Diri dari Wabah Virus Corona, Lakukan Langkah-Langkah Ini!

Lindungi Diri dari Wabah Virus Corona, Lakukan Langkah-Langkah Ini!

Health | Jum'at, 24 Januari 2020 | 14:39 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB