Virus Penyebab 'Penyakit Berciuman' Tingkatkan Risiko Penyakit Autoimun!

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 28 Januari 2020 | 19:49 WIB
Virus Penyebab 'Penyakit Berciuman' Tingkatkan Risiko Penyakit Autoimun!
Ilustrasi pasangan berciuman. (Shutterstock)

Suara.com - Mononukleosis atau dikenal dengan penyakit berciuman yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) disebut dapat meningkatkan peluang penyakit lupus dan enam gangguan autoimun lain.

Hal tersebut dikemukakan dalam sebuah studi yang dilakukan oleh John Harley, seorang rheumatologist di Pusat Medis Rumah Sakit Anak Cincinnati, Ohio.

Menurut penelitiannya, virus Epstein-Barr (EBV) dapat menyebabkan perubahan ekspresi gen seseorang.

"Pekerjaan ini mengubah paradigma dalam cara kita berpikir tentang kerentanan genetik dan interaksi antara risiko genetik dan lingkungan," kata Amr Sawalha, seorang ahli genetika dan reumatologi di University of Michigan di Ann Arbor, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Dilansir Sciencemaf.org, sebenarnya para ilmuwan telah mengetahui selama beberapa dekade bahwa EBV juga terkait dengan beberapa gangguan autoimun, termasuk multiple sclerosis dan rheumatoid arthritis.

Anak-anak yang terinfeksi EBV juga 50 kali lebih mungkin mengembangkan lupus.

Ilustrasi sepasang kekasih sedang berdiri berdekatan. (Shutterstock)
Ilustrasi berciuman (Shutterstock)

Studi ini adalah yang pertama menunjukkan mekanisme bagaimana faktor lingkungan seperti infeksi mengubah risiko genetik untuk membuat beberapa orang lebih rentan terhadap penyakit radang daripada lainnya, kata Sawalha.

Tetapi beberapa peneliti menginginkan bukti lebih nyata karena penelitian ini mengandalkan asosiasi dari kumpulan data besar.

"Tunjukkan biologisnya padaku," kata George Tsokos, seorang rheumatologist di Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston. Meski demikian, Tsokos menyebut karya ini sebagai 'perubahan paradigma'.

baca juga

Ini menyiratkan, vaksin EBV, jika dikembangkan, dapat mencegah tidak hanya mononukleosis, tetapi banyak gangguan lain, mirip dengan cara vaksin human papillomavirus mengurangi risiko kanker serviks.

Temuan ini juga menunjukkan potensi terapi baru untuk lupus dan penyakit autoimun lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beredar Teori Konspirasi Virus Corona adalah Senjata Biologis, Hoax?

Beredar Teori Konspirasi Virus Corona adalah Senjata Biologis, Hoax?

Health | Senin, 27 Januari 2020 | 17:11 WIB

Benarkah Vaksin Pneumokokus Bisa Cegah Virus Corona?

Benarkah Vaksin Pneumokokus Bisa Cegah Virus Corona?

Health | Sabtu, 25 Januari 2020 | 08:15 WIB

Ilmuwan Amerika Serikat sedang Mengembangkan Vaksin untuk Virus Corona Baru

Ilmuwan Amerika Serikat sedang Mengembangkan Vaksin untuk Virus Corona Baru

Health | Kamis, 23 Januari 2020 | 10:48 WIB

Terkini

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK 20242026, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Nyang-Nyang Bali, Diduga WNA

Bali | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Persis Solo Tertahan di Manahan, Bermain Imbang Kontra RANS Nusantara FC

Surakarta | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44 WIB

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bus Colt Diesel Mundur Tak Terkendali, Tabrak Tembok dan Atap Bengkel di Babakan Madang

Bogor | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Ajang Olahraga Buka Peluang Ekonomi bagi UMKM, Gubernur Dorong Pasar Malam

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:30 WIB

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Kader PSI Kabupaten Bogor Desak Jokowi Masuk Jajaran Pengurus DPP

Jabar | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:29 WIB

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Tak Cuma Manis dan Creamy, Ini yang Bikin Kopi Susu Gula Aren Kian Digemari

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:51 WIB

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Sarkemfest 2026 Tak Sekadar Pesta, UMKM Lokal Didorong Ketiban Berkah Wisata Malioboro

Jogja | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Celah Keamanan Server Email Terbuka, Organisasi Diminta Bergerak dalam 2472 Jam

Tekno | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:35 WIB

×