Peneliti: Indonesia Butuh Lebih Banyak Studi Tentang Rokok Elektrik

M. Reza Sulaiman

Selasa, 11 Februari 2020 | 21:10 WIB
Peneliti: Indonesia Butuh Lebih Banyak Studi Tentang Rokok Elektrik
Ilustrasi penggunaan vape dan rokok elektrik. (Dok. Suara.com)

Suara.com - Peneliti: Indonesia Butuh Lebih Banyak Studi Tentang Rokok Elektrik

Pro-kontra tentang rokok elektrik dan vape hangat dibicarakan. Rokok elektrik diklaim memiliki manfaat untuk membantu berhenti merokok, namun justru mendapat tentangan dari ahli kesehatan.

Untuk itu, dibutuhkan lebih banyak penelitian dan studi tentang rokok elektrik di Indonesia. Sebab, penelitian rokok elektrik masih sangat sedikit dan tidak berasal dari sumber yang dapat dibuktikan secara metodologis.

"Penelitian mengenai rokok elektrik dapat dilakukan dengan metode yang lebih tepat, seperti penelitian uji emisi aldehid dari rokok elektrik di laboratorium, sebaiknya dilakukan dengan kondisi yang sesuai dengan yang digunakan oleh vaper," tutur drg. Amaliya, peneliti dari Universitas Padjajaran dan co-founder Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik, dalam keterangannya kepada wartawan.

Salah satunya menurut Amaliya, penggunaan alat vaping generasi 1 atau 2 yang tidak dipakai lagi. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi nyata, karena suhu yang dihasilkan alat tersebut terlalu panas sehingga menyerupai pembakaran, interval puff atau isapan yang terlalu dekat waktunya dan cairan yang digunakan melebihi jumlah konsumsi per hari, sehingga menghasilkan emisi aldehid yang tinggi.

"Peneliti harus melakukan observasi terlebih dahulu pada pengguna vape, bagaimana kebiasaan dan kondisi apa yang tepat yang bisa disimulasikan di laboratorium sehingga mendekati kondisi nyata penggunaan vaping, hal ini telah dianalisis oleh peneliti Dr Farsalinos dkk (2018) dan telah dipublikasikan pada Food and Chemical Toxicology," terangnya.

Sebagai perbandingan, sebuah studi yang didukung oleh National Institute for Health Research and Cancer Research UK membuktikan bagaimana rokok elektrik dapat menjadi terapi untuk berhenti merokok.

Studi yang dilakukan di Inggris tersebut dimulai pada April 2015 dan berakhir pada Maret 2018. Penelitian ini bertujuan melihat tingkat pantang yang tervalidasi secara biokimia selama 12 bulan pada perokok yang menggunakan rokok elektrik dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin (NRT).

Partisipan penelitian berjumlah 886 orang yang berusia 18 tahun ke atas dan merupakan perokok aktif yang sedang mengikuti program berhenti merokok. Peneliti membagi separuh dari total partisipan untuk menggunakan rokok elektrik, dan separuhnya lagi menggunakan produk pengganti nikotin (seperti nicotine patch dan permen karet nikotin).

baca juga
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)
Ilustrasi vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Semua partisipan studi mendapatkan layanan konseling individual setiap minggu selama empat minggu. Setelah setahun, pengurangan rokok akan terbukti dengan mengukur banyaknya karbon monoksida yang dihirup.

Hasil temuan pertama dari penelitian itu adalah 18 persen partisipan yang menggunakan rokok elektrik berhasil berhenti merokok selama setahun, dan hanya 10 persen yang menggunakan NRT berhenti merokok. Dari total orang yang sukses berhenti merokok tersebut, 80 persen partisipan yang menggunakan rokok elektrik masih menggunakan vape, dan hanya 9 persen pengguna NRT tetap menggunakan produk tersebut. Yang tak kalah menarik, laporan batuk dan adanya dahak lebih rendah pada partisipan yang menggunakan rokok elektrik.

Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa rokok elektrik lebih efektif untuk menghentikan kebiasaan merokok dibandingkan dengan produk pengganti nikotin. Namun hal tersebut harus disertai dengan tindakan pendukung seperti konseling agar memiliki dampak yang maksimal.

"Maka dari itu, saya mengajak semua pihak untuk tidak membuat asumsi berdasarkan sumber-sumber yang tidak bisa dibuktikan secara metodologis," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tagar #RokokElektrikBukanPenjahat Viral, Ini 5 Studi Tentang Bahaya Vape

Tagar #RokokElektrikBukanPenjahat Viral, Ini 5 Studi Tentang Bahaya Vape

Health | Jum'at, 07 Februari 2020 | 19:45 WIB

Kompak, Dokter-dokter Tak Setuju Rokok Elektrik Beredar di Indonesia

Kompak, Dokter-dokter Tak Setuju Rokok Elektrik Beredar di Indonesia

Health | Rabu, 15 Januari 2020 | 18:22 WIB

Kesalahan Informasi Tentang Vape Membuat Perokok Kembali ke Tembakau

Kesalahan Informasi Tentang Vape Membuat Perokok Kembali ke Tembakau

Bisnis | Rabu, 18 Desember 2019 | 08:31 WIB

Terkini

Mengenang KH Syukron Mamun, Pengasuh Daarul Rahman yang Tutup Usia di Umur 84 Tahun

Mengenang KH Syukron Mamun, Pengasuh Daarul Rahman yang Tutup Usia di Umur 84 Tahun

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Kebakaran Gudang Kapal Fiber di Kepulauan Seribu, Ini Kronologinya

Kebakaran Gudang Kapal Fiber di Kepulauan Seribu, Ini Kronologinya

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:05 WIB

Kenshi Yonezu Umumkan Tur Dunia 2027, Siap Konser di 10 Kota

Kenshi Yonezu Umumkan Tur Dunia 2027, Siap Konser di 10 Kota

Your Say | Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:00 WIB

Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia

Apakah 180 BPM Normal saat Lari? Ini Cara Menghitung Heart Rate Sesuai Usia

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46 WIB

IHSG Kebakaran Hingga Polisi Turun Tangan, IHSG Kini Selangkah Lagi Setara Zimbabwe?

IHSG Kebakaran Hingga Polisi Turun Tangan, IHSG Kini Selangkah Lagi Setara Zimbabwe?

Bisnis | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:44 WIB

Catat! Ini Cara Memilih Parfum Sesuai Karakter, Mulai dari Aroma Floral hingga Warm

Catat! Ini Cara Memilih Parfum Sesuai Karakter, Mulai dari Aroma Floral hingga Warm

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Synchronize Fest 2026: Barasuara dan Penonton Bersatu Suarakan Isu Karhutla

Synchronize Fest 2026: Barasuara dan Penonton Bersatu Suarakan Isu Karhutla

Video | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:40 WIB

Kapolda Riau Minta Polisi Cepat Tangani Laporan: Jangan Nunggu Viral!

Kapolda Riau Minta Polisi Cepat Tangani Laporan: Jangan Nunggu Viral!

Riau | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:37 WIB

Urutan Skincare Wardah Crystal Secret Pagi dan Malam yang Benar, Kulit Kusam Auto Cerah

Urutan Skincare Wardah Crystal Secret Pagi dan Malam yang Benar, Kulit Kusam Auto Cerah

Lifestyle | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:30 WIB

WALHI Desak Penegakan Hukum Karhutla Tak Hanya Sasar Pelaku Lapangan

WALHI Desak Penegakan Hukum Karhutla Tak Hanya Sasar Pelaku Lapangan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×