Tak Perlu Khawatir, Sulit Tidur Bisa Jadi Tanda Perkembangan Bayi Normal

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Kamis, 13 Februari 2020 | 19:00 WIB
Tak Perlu Khawatir, Sulit Tidur Bisa Jadi Tanda Perkembangan Bayi Normal
Ilustrasi bayi tidur (Shutterstock)

Suara.com - Orangtua baru tentu merasa bingung ketika melihat buah hati mereka menjadi sulit tidur. Tapi sebenarnya ini adalah hal yang normal terjadi, karena ini termasuk dalam perkembangan mereka.

Misalnya, sebuah peneliltian menemukan bahwa bayi berusia 6 bulan masih membutuhkan waktu rata-rata 20 menit untuk tidur. Pada usia 2 tahun, balita akan bangun rata-rata satu kali setiap malam.

Penelitian ini juga menemukan ada banyak variasi normal, kata ketua penulis Dr. Juulia Paavonen, dari Rumah Sakit Universitas Helsinki di Finlandia.

"Kita tahu bahwa perbedaan individu sangat besar, dan pola yang berkaitan dengan tidur, bangun tidur, terjaga di malam hari, dan ritme tidur sering berkembang pada tingkat yang berbeda," jelas Dr. Paavonen kepada Reuters.

Untuk mengetahui masalah yang dikhawatirkan orangtua tentang masalah tidur bayi, peneliti menyurvei orangtua dari hampir 5.700 anak untuk mengetahui jenis masalah tidur apa yang dikhawatirkan orangtua. Mereka juga mencari tahu apa yang mungkin menyebabkan kekhawatiran tersebut.

Secara keseluruhan, sekitar 40% orangtua mengkhawatirkan kualitas tidur bayi saat berusia 8 bulan.

Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)
Ilustrasi bayi tidur. (Shutterstock)

Tidur anak-anak akan menjadi stabil dan konsisten seiring berjalannya waktu. Bayi dan balita umumnya tidur antara sembilan dan 10 jam pada malam hari. Jumlah tidur di siang hari mereka pun akan menurun, sekitar total lima jam untuk bayi, menjadi sekitar 2 jam saat balita.

Tak hanya itu, total tidur mereka juga akan semakin berkurang saat berusia 2 tahun, yaitu sekitar 12 jam (untuk malam dan siang hari).

Namun, tidak biasa bagi bayi untuk tidur lebih dari 40 menit atau terbangun di malam hari selama 60 menit di usia lebih dari 8 bulan, demikian temuan studi tersebut.

baca juga

Tidak biasa juga bagi bayi untuk terjaga selama lebih dari 45 menit pada waktu malam selama usia 12 bulan, atau lebih dari setengah jam pada usia 18 bulan.

Melihat jadwal tidur tersebut, tentu akan membuat orangtua khawatir dengan kondisi sang bayi. Apakah mereka sakit atau ada sesuatu yang salah.

"Mengingat pekerjaan bayi adalah makan, tidur dan tumbuh. Pertumbuhan adalah indikator yang berguna untuk masalah kesehatan. Jika pertumbuhannya normal, pola-pola yang kelihatannya seperti masalah tidur pada bayi mungkin juga normal," kata Dr. Joanna MacLean, spesialis tidur di University of Alberta di Edmonton, Kanada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Digigit Ular saat Tidur, Balita di Cirebon Meninggal Setelah Koma 5 Hari

Digigit Ular saat Tidur, Balita di Cirebon Meninggal Setelah Koma 5 Hari

Jabar | Kamis, 13 Februari 2020 | 13:53 WIB

Viral Guru Gendong Bayi Lewati Jalan Berlumpur Demi Mengajar di Sekolah

Viral Guru Gendong Bayi Lewati Jalan Berlumpur Demi Mengajar di Sekolah

News | Kamis, 13 Februari 2020 | 14:00 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×