Pernah Merasa Terjatuh saat Tidur? Ternyata Ini yang sedang Terjadi!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Pernah Merasa Terjatuh saat Tidur? Ternyata Ini yang sedang Terjadi!
Ilustrasi tidur (shutterstock)

Perasaan terjatuh saat tidur lalu tubuh basah kuyup saat terbangun disebut hypnagogic jerk atau hypnic jerk.

Suara.com - Anda mungkin pernah merasa seperti terjatuh saat tidur, lalu tubuh Anda basah kuyup saat bangun tidur, tetapi posisi tubuh masih aman di tempat tidur.

Ternyata kondisi itu disebut hypnagogic jerk atau hypnic jerk, yakni gerakan tubuh yang terjadi tiba-tiba, kuat dan sangat singkat saat tidur.

Hypnagogic jerk merupakan periode transisi antara terjaga dan tidur. Hypnagogic jerk merupakan kontraksi otot tak sadar yang dialami beberapa orang ketika tidur.

Beberapa orang mungkin merasakan sentakan atau gerakan tubuh ini ringan. Tetapi, ada pula yang mengalami gerakan lebih kuat dan intens.

Penelitian pun belum mengetahui penyebab pasti gerakan tubuh tiba-tiba ini saat tidur. Namun, ada banyak teori tentang faktor-faktor yang mungkin memengaruhi terjadinya hypnagogic jerk.

Menurut studi tahun 2016 dilansir dari World of Buzz, hypnagogic jerk terjadi secara mendadak dan bisa dialami oleh semua orang dari segala usia.

Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa 60 hingga 70 persen orang mengalami hypnagogic jerk hanya ketika mereka tertidur.

Ilustrasi tidur. [Shutterstock]
Ilustrasi tidur. [Shutterstock]

Sebenarnya kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan. Karena, kemungkinan hypnagogic jerk menyebabkan komplikasi atau efek samping pada tubuh sangat rendah.

Tetapi, ada gejala yang mungkin bisa Anda perhatikan berkaitan dengan hypnagogic jerk. Gejalanya termasuk perasaan terjatuh, bermimpi sedang terjatuh, detak jantung yang cepat, pernapasan cepat, berkeringat dan sentakan atau gerakan otot tubuh yang tiba-tiba.

Adapun beberapa hal yang bisa menyebabkan hypnagogic jerk, antara lain:

1. Aktivitas fisik

Olahraga setelah matahari terbenam atau malam hari bisa mempersulit tubuh untuk rileks sebelum tidur. Akibatnya, stimulasi berlebih bisa muncul di awal tidur.

Tidur nyenyak/Shutterstock
Tidur nyenyak/Shutterstock

2. Stimulan

Stimulan bekerja seperti kafein dan nikotin yang bisa memengaruhi kemampuan tubuh untuk tidur secara alami dan tetap tertidur.

3. Stres atau kecemasan

Gaya hidup yang penuh tekanan atau terus-menerus merasa cemas bisa membuat seseorang sulit rileks sebelum tidur. Otak dalam kondisi siaga sepanjang hari itulah yang menyebabkan gerakan mengejutkan saat tidur malam hari.

4. Kebiasaan tidur buruk

Pola tidur yang tidak teratur, kurang tidur atau gangguan tidur juga bisa menyebabkan hypnagogic jerk.

Meskipun sulit untuk menghentikan hypnagogic jerk, beberapa hal mungkin bisa menguranginya, seperti tidak olahraga di malam hari dan tidak mengonsumsi stimulan hingga meditasi sebelum tidur.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS