Bayi Pertama Lahir dari Telur yang Dibekukan, Begini Prosedurnya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Kamis, 20 Februari 2020 | 19:00 WIB
Bayi Pertama Lahir dari Telur yang Dibekukan, Begini Prosedurnya!
Ilustrasi bayi lahir (Pexels)

Suara.com - Seorang penderita kanker usia 34 tahun asal Perancis berhasil melahirkan anak pertamanya melalui program membekukan telurnya di laboratorium.

Anaknya pun dinobatkan menjadi bayi pertama yang lahir dari telur dibekukan.

Dokter yang menerbitkan laporan dalam Annals of Oncology, mengumumkan bahwa bayi laki-laki yang sehat telah lahir setelah 5 tahun telur wanita itu diekstraksi, ketika usianya masih 29 tahun.

Dalam kebanyakan kasus, pasien akan menerima hormon stimulasi ovarium untuk membantu telurnya matang. Tetapi, wanita ini memiliki untuk mengambil tindakan pematangan in vitri (IVM) karena jadwal kemoterapinya.

Tindakan IVM ini merupakan sebuah prosedur yang melibatkan pembiakan sel telur dengan hormon-hormon di laboratorium untuk mempersiapkan pembuahannya.

"Kami senang bahwa pasien bisa hamil tanpa kesulitan dan berhasil melahirkan bayi yang sehat pada waktunya. Saya bersama tim percaya bahwa IVM dapat bekerja ketika stimulasi ovarium tidak layak," kata Michaël Grynberg, kepala departemen reproduksi dan kesuburan di Rumah Sakit Universitas Antoine Béclère, Perancis dikutip dari NY Post.

Ilustrasi Bayi Lahir. (Shutterstock)
Ilustrasi Bayi Lahir. (Shutterstock)

Jadi, dokter mengeluarkan dan mematangkan tujuh telur wanita ini sebelum memasukkannya melalui proses pendinginan cepat yang disebut vitrifikasi.

Setelah kanker payudara wanita itu diremisi lima tahun kemudian, dia sempat diberi tahu bahwa penyakit dan perawatan selanjutnya akan membuatnya tidak subur.

Beruntungnya, lima dari tujuh telur miliknya berhasil dibuahi setelah dicairkan dan satu embrio tunggal dipindahkan ke rahimnya. Sampai akhirnya, wanita ini melahirkan bayi laki-lakinya.

baca juga

Dokter Grynberg mengatakan tindakannya bersama tim medis bisa menjadi terobosan baru dalam menangani masalah kesuburan.

"IVM memungkinkan kita untuk membekukan telur atau embrio dalam situasi mendesak dan ketika situasi berbahaya bagi pasien untuk menjalani ovarium. Selain itu, prosedur IVM juga tidak berhubungan dengan risiko kekambuhan kanker," jelasnya.

Meski begitu, Grynberg bersama tim medisnya mengakui kalau telur yang dimatangkan di laboratorium memiliki kualitas lebih rendah, berbeda ketika telur diproduksi secara alami oleh tubuh atau melalui hormon stimulasi ovarium.

"Namun, keberhasilan kami pada wanita ini menunjukkan bahwa teknis ini harus dianggap sebagai opsi yang layak untuk mengatasi masalah kesuburan wanita. Idealnya lagi, bila prosedur ini dikombinasikan dengan cryopreservasi jaringan ovarium," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Ini Lahir di Tanggal Cantik 20-02-2020

Bayi Ini Lahir di Tanggal Cantik 20-02-2020

Foto | Kamis, 20 Februari 2020 | 15:29 WIB

Agar Tembus Pasar Internasional, Telur Asin Brebes Perlu Dikemas Menarik

Agar Tembus Pasar Internasional, Telur Asin Brebes Perlu Dikemas Menarik

News | Rabu, 19 Februari 2020 | 14:06 WIB

Tinggi Kolesterol, Seberapa Banyak Orang Boleh Makan Telur Per Harinya?

Tinggi Kolesterol, Seberapa Banyak Orang Boleh Makan Telur Per Harinya?

Health | Selasa, 18 Februari 2020 | 18:42 WIB

Terkini

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

6 Fakta di Balik Munculnya Spanduk 'Tangkap Jokowi' di Lebak Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:41 WIB

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:35 WIB

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

Dorong Ciwidey Naik Kelas, Legislator NasDem Ini Ingin Warga Manfaatkan Jabatannya di Komisi IV DPR

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:31 WIB

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Walk Out dari Paripurna, Pengamat Nilai Keliru Jika Sebut Bobby Nasution Arogan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:29 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:26 WIB

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Geger Spanduk 'Tangkap Jokowi' Bertebaran di Lebak Jelang Kunjungan ke Banten

Banten | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:20 WIB

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:18 WIB

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Generasi Muda Disebut Jadi Kunci Hadapi Tantangan Perubahan Iklim hingga Ketahanan Pangan

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

Dakwaan Dibatalkan Hakim, Jaksa Kembali Limpahkan Perkara dr Tifa ke PN Jakarta Timur

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:17 WIB

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

HKBP Perkuat Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sumut | Rabu, 29 Juli 2026 | 21:07 WIB

×