Minum Ibuprofen saat Alami Gejala Corona Covid-19, Balita Ini Gemetaran

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2020 | 13:55 WIB
Minum Ibuprofen saat Alami Gejala Corona Covid-19, Balita Ini Gemetaran
Ilustrasi balita dan ayahnya.(Pexels/rawpixel)

Suara.com - Amelia Collins, seorang balita 4 tahun yang mengalami gejala virus corona Covid-19, kondisinya semakin serius dan parah setelah mengonsumsi ibuprofen. Ayah Amelia Collins pun memeringatkan semua orang agar tak mengonsumsi ibuprofen ketika mengalami gejala virus corona.

Sang ayah bercerita suhu tubuh Amelia Collins mendadak meningkat, gemetaran, napasnya terengah-engah hingga tak bisa membuka mata setelah minum ibuprofen. Bahkan anaknya sampai muntah.

Kekhawatiran ayah Amelia pun terjawab ketika menteri kesehatan Perancis, Olivier Veran mengeluarkan pernyataan bahwa ibuprofen bisa memperburuk infeksi virus corona Covid-19.

"Obat anti-inflamasi (ibuprofen, kortison dan lainnya) bisa memperburuk infeksi. Jika Anda demam, minumlah paracetamol," tulis laporan the Manchester Evening News dikutip dari Mirror.

Dalam kasus ini, seorang teman orangtua Amelia menyarankan untuk konsumsi ibuprofen. Sehingga orangtua pun memberi Amelia ibuprofen karena tak mendapatkan calpol (obat berbasis parasetamol) untuk meringankan gejala virus corona Covid-19.

Ilustrasi obat. (Shutterstock)
Ilustrasi obat. (Shutterstock)

Tetapi, kondisi Amelia mendadak serius setelah 1 jam minum ibuprofen. Sontak kedua orangtuanya pun sangat khawatir hingga menyarankan semua orang agar tak minum ibuprofen.

"Dia (Amelia) terengah-engah ketika mencoba bernapas, detak jantungnya sangat cepat, tidak bisa membuka mata, tidak bisa mengangkat kepalanya, tubuhnya gemetar dan suhu tubuhnya naik menjadi 39,4 derajat," kata ayah Amelia, Dan Collins.

Saat itulah Dan Collins segera memanggil ambulans dan tenaga medis yang datang langsung membantu menurunkan suhu tubuh Amelia Collins. Tenaga medis lantas memeringatkan Dan Collins agar tak memberi anaknya ibuprofen.

Tenaga medis juga meminta Dan Collins bersama anaknya, karena mereka mengalami gejala virus corona Covid-19. Sehingga mereka harus mengisolasi diri di dalam rumah sampai gejalanya benar-benar hilang.

Selain itu, tenaga medis juga meminta Dan Collins untuk segera memanggil tenaga medis jika suhu tubuhnya atau anaknya naik.

Dokter Amir Khan telah menjelaskan tentang bahaya ibuprofen. Memang, anti-inflamasi ibuprofen berguna untuk mengobati rasa sakit seperti radang sendi, sakit kepala dan sakit tenggorokan.

Tetapi, ibuprofen bisa memiliki efek depresi pada bagian sistem kekebalan tubuh kita. Hal itulah yang membuat ibuprofen bisa berbahaya pada pasien virus corona Covid-19.

Jika kita minum obat yang meredam imun seperti ibuprofen, kondisi ini bisa menyebabkan kita tidak melawan infeksi secara efektif. Akibatnya, kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Tak bisa dipungkiri kalau beberapa orang mengandalkan anti-inflamasi untuk mengatasi rasa sakit. Tetapi, orang yang mengonsumsinya perlu mendiskusikannya dengan dokter mengenai perubahan yang dirasakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Orang Tua Balita Positif Corona di Jogja Dinyatakan Negatif

Orang Tua Balita Positif Corona di Jogja Dinyatakan Negatif

Jogja | Selasa, 17 Maret 2020 | 12:23 WIB

Bumil dan Busui Wajib Baca, Ini 6 Langkah Pencegahan Corona Covid-19

Bumil dan Busui Wajib Baca, Ini 6 Langkah Pencegahan Corona Covid-19

Health | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:50 WIB

Gawat! Kasus Corona Covid-19 di Dunia Sudah Lebih Parah daripada di China

Gawat! Kasus Corona Covid-19 di Dunia Sudah Lebih Parah daripada di China

Health | Selasa, 17 Maret 2020 | 11:02 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB