Pakai APD Jangan Asal, Harus Tetap Sesuai Penggunaan

Risna Halidi | Frieda Isyana Putri
Pakai APD Jangan Asal, Harus Tetap Sesuai Penggunaan
APD warna-warni seperti Teletubbies. (Instagram/@senoritoaidz)

Pada situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, alat pelindung diri (APD) sangat diperlukan.

Suara.com - Pakai APD Jangan Asal, Harus Tetap Sesuai Penggunaan

Pada situasi pandemi Covid-19 sekarang ini, alat pelindung diri (APD) sangat diperlukan. Pada praktiknya, penggunaan APD tak hanya digunakan oleh tenaga kesehatan tetapi juga masyarakat awam.

Dipaparkan oleh dr. Bambang Wibowo, SpOG (K) MARS, Dirjen Yankes Ketua Aliansi Telemedis Indonesia, ada beberapa jenis APD seperti masker kain, masker bedah, masker N95, pelindung wajah, pelindung mata, gaun, celemek atau apron, sarung tangan, pelindung kepala, dan sepatu pelindung.

"Masker kain tidak dianjurkan untuk petugas kesehatan, tetapi untuk masyarakat ini bisa digunakan karena akan lebih baik menggunakan masker kain daripada tidak menggunakan sama sekali," kata Bambang di Gedung Graha BNPB, Kamis (9/4/2020).

Masker bedah sangat efektif untuk memblokir percikan atau droplet dan tetesan dalam partikel besar. Sementara masker N95 mampu menyaring hampir 95 persen partikel yang lebih kecil dari 0,3 mikron dan dapat menurunkan paparan terhadap kontaminasi melalui airborne.

Bambang menuturkan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bagi tenaga kesehatan untuk mengenakan masker bedah. Akan tetapi pada kasus-kasus dan tindakan-tindakan tertentu dianjurkan untuk menggunakan masker N95.

Baik bagi masyarakat maupun tenaga kesehatan, memakai APD apapun tetap harus digunakan sesuai kegunaannya. Karena penggunaan APD yang tepat guna memiliki manfaat sebagai berikut:

1. Mampu mencegah transmisi SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 serta diharapkan dapat membantu tetap terjaganya ketersediaan APD selama masa pandemi
2. Mampu bertindak sebagai penghalang antara bahan infeksius seperti virus dan bakteri pada kulit, mulut, hidung, atau selaput lendir mata, bagi tenaga kesehatan maupun pasien
3. APD sebagai penghalang memiliki potensi untuk memblokir penularan kontaminan seperti darah, cairan dalam tubuh, atau sekresi pernapasan

Selain penggunaan yang tepat, lanjut Bambang, menggunakan APD juga harus disertai praktik pengendalian infeksi lainnya seperti mencuci tangan yang benar, etika batuk dan bersin.

"Serta pemindahan atau pembuangan APD yang telah terkontaminasi atau telah digunakan untuk mencegah terpaparnya pemakai maupun orang lain terhadap bahan infeksius," kata Bambang.

Pemilihan APD yang tepat guna perlu mengidentifikasi potensi paparan yang ditimbulkan serta memahami dasar kerja setiap jenis APD yang digunakan di tempat kerja, di mana potensi bahaya tersebut mengancam petugas kesehatan di rumah sakit.

Adapun prinsip-prinsip yang harus dipenuhi APD adalah sebagai berikut:

- dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya-bahaya yang spesifik atau bahaya-bahaya yang dihadapi, seperti percikan, kontak langsung maupun tidak langsung
- dibuat seringan mungkin dan nyaman digunakan
- dapat dipakai secara fleksibel
- tidak menimbulkan biaya tambahan
- tidak mudah rusak
- memenuhi ketentuan dari standar yang ada
- pemeliharaannya mudah
- tidak membatasi gerak petugas kesehatan

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS