Cemas Bikin Sistem Imunitas Tubuh Turun, Ini Tips Bangkitkan Optimisme

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 17 April 2020 | 05:30 WIB
Cemas Bikin Sistem Imunitas Tubuh Turun, Ini Tips Bangkitkan Optimisme
Ilustrasi: cemas. (Shutterstock)

Suara.com - Cemas Bikin Sistem Imunitas Tubuh Turun, Ini Tips Bangkitkan Optimisme.

Banyak orang harus membangun kebiasaan hidup baru selama masa pandemi Covid-19. Segala aktivitas kini terpaksa dilakukan dari dalam rumah dengan bergantung pada platform digital.

Ketika tidak ada wabah penyakit, mencari kesenangan di luar rumah biasanya dilakukan untuk sekadar menghilangkan bosan atau stres dalam pikiran. Namun sekarang ini, aktivitas di luar rumah justru harus dihindari untuk menghindari penularan virus corona.

Menjadi penting untuk menanamkan rasa optimis dalam diri agar pikiran tidak stres dan mengancam sistem imun tubuh.

Spesialis Psikosomatik dokter Andri mengatakan, untuk membangun rasa optimis yang harus dilakukan adalah merasa yakin bahwa pandemi hanya bersifat sementara.

Ilustrasi bahagia. [shutterstock]
Ilustrasi bahagia. [shutterstock]

"Yang paling penting adalah kita yakin bahwa ini akan segera berlalu. Segala sesuatu krisis di dunia pasti ada masanya. Tidak ada yang kekal," kata Andri dikutip dari kanal YouTube AndriPsikosomatik, Kamis (16/4/2020).

Ia membenarkan bahwa tidak semua orang bisa langsung menerima keadaan darurat yang datang tiba-tiba. Karena itu perlu waktu perlahan untuk memberi keyakinan pada diri sendiri dengan tetap berpikir rasional.

"Kita memang lebih mudah mendapatkan hal-hal yang negatif. Itu sudah naturalnya kita. Jadi di otak kita sudah diolah segala kemungkinan terburuk. Tapi bukan berarti itu harus terus kita ungkapkan, memang harus terus berlatih. Pikiran rasional harus terus selalu diupayakan," tuturnya.

Hal lain yang penting dilakukan adalah dengan menjaga kecemasan. Andri menjelaskan bahwa perasaan cemas berlebih akan mempengaruhi sistem imun menjadi rurun dan mudah terserang penyakit.

"Karena kalau cemas, sel darah putih kita akan mengalami penurunan. Karena kalau kita cemas, kortisol atau hormon cemas akan meningkat. Itu yang meningkatkan imflamasi," jelasnya.

Setelah imflamasi meningkat, lanjut Andri, peradangan akan menjadi lebih banyak di dalam tubuh. Kemudian kortisol meningkat dan sel T Helper yang berguna sebagai imunitas antigen yang masuk ke tubuh justru berkurang.

"Itu yang menyebabkan kalau orang stres akan gampang imunitas turun dan itu gampang badan lemes, gak bergairah, sakit," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Psikiater: Dalam Situasi Pandemi, Cemas dan Marah Itu Hal Wajar

Psikiater: Dalam Situasi Pandemi, Cemas dan Marah Itu Hal Wajar

Lifestyle | Senin, 13 April 2020 | 12:30 WIB

Operasinya Ditunda karena Covid-19, Pasien Kanker Ginjal Ini Semakin Cemas

Operasinya Ditunda karena Covid-19, Pasien Kanker Ginjal Ini Semakin Cemas

Health | Senin, 06 April 2020 | 16:05 WIB

Cemas akibat Pandemi Corona Pengaruhi Banyak Aspek, Terutama Kesehatan Jiwa

Cemas akibat Pandemi Corona Pengaruhi Banyak Aspek, Terutama Kesehatan Jiwa

Health | Rabu, 01 April 2020 | 12:35 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB