Pakar: Pengembangan Vaksin Covid-19 Sangat Sulit Karena Baru Pertama Kali

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Minggu, 26 April 2020 | 14:22 WIB
Pakar: Pengembangan Vaksin Covid-19 Sangat Sulit Karena Baru Pertama Kali
Ilustrasi vaksin COVID-19. [Shutterstock]

Suara.com - Seorang ahli di Australia dalam pengembangan vaksin melakukan pengecekan realitas, bahwa kemungkinan vaksin tidak akan segera tersedia.

Kenyataannya adalah bahwa virus corona baru ini menghadirkan tantangan yang belum pernah dihadapi para ilmuwan sebelumnya, menurut Ia Frazer dari University of Queensland.

Dilansir abc.net.au, Frazer terlibat dalam keberhasilan pengembangan vaksin untuk virus human papilloma (HPV) yang menyebabkan kanker serviks. Vaksin ini pun membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkannya.

Menurutnya, tantangan dari pembuatan vaksin virus corona adalah secara historis sulit untuk membuat vaksin yang aman, sebagian karena virus menginfeksi saluran pernapasan bagian atas, yang tidak terlindungi oleh sistem kekebalan tubuh.

Sementara kita memiliki vaksin influenza musiman, HPV, dan penyakit lainnya, membuat vaksin tidak sesederhana mengambil vaksin yang sudah ada dan menukar virusnya, jelas Larisa Labzin, ahli imunologi dari University of Queensland.

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]
Ilustrasi vaksin Covid-19. [Pixabay/Pete Linforth]

"Untuk setiap virus atau bakteri berbeda yang menyebabkan penyakit, kami memerlukan vaksin yang berbeda karena respons kekebalan yang dipasang berbeda," ujar Labzin.

"Hanya karena kita sudah mendapatkan vaksin polio yang sangat baik, tidak berarti hal yang sama akan bekerja dengan virus corona, karena sangat berbeda," sambungnya.

Tantangan infeksi pernapasan

Ada beberapa alasan mengapa saluran pernapasan bagian atas kita adalah area yang sulit untuk menargetkan vaksin.

baca juga

"Ini adalah sistem kekebalan terpisah, seperti, yang tidak mudah diakses oleh teknologi vaksin," jelas Frazer.

Meski saluran pernapasan bagian dari tubuh, tetapi bagian ini dianggap sebagai pemukaan eksternal jika untuk keperluan imuniasasi.

"Ini seperti mencoba mendapatkan vaksin untuk membunuh virus di permukaan kulitmu," tambahnya.

Ilustrasi vaksin (Shutterstock)

Kulit, dan lapisan luar sel di saluran pernapasan bagian atas bertindak sebagai penghalang virus, menghentikannya masuk ke dalam tubuh. Dan menemukan cara untuk menetralkan virus 'di luar' tubuh sangat sulit.

Sulit untuk menghasilkan vaksin jika virus tidak mengaktifkan respons kekebalan yang kuat.

Jika virus memunculkan respons kekebalan yang meleset dari sel target, hasilnya berpotensi lebih buruk daripada jika tidak ada vaksin yang diberikan.

"Salah satu masalah dengan vaksin corona di masa lalu adalah ketika respons imun benar-benar melintas ke tempat sel yang terinfeksi virus itu sebenarnya meningkatkan patologi daripada menguranginya," lanjutnya.

"Sehingga imunisasi dengan vaksin corona SARS menyebabkan, pada hewan, peradangan di paru-paru yang tidak akan terjadi jika vaksin tidak diberikan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bio Farma Kantongi Izin BPOM, Vaksin Rotavirus Neonatal Siap Diproduksi di RI

Bisnis | Sabtu, 05 September 2026 | 13:38 WIB

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Mengintip Rumah Sakit Berbasis Stem Cell yang Usung Pengobatan Regeneratif hingga Vaksin Kanker

Health | Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:11 WIB

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

BUMN Farmasi Kirim 3.000 Dosis Vaksin untuk Korban Gempa NTT

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 08:08 WIB

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Beri Vaksin HPV untuk Anak Laki-Laki Mulai Agustus

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:54 WIB

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

Kolaborasi dengan China, Menkes Ungkap Ada Peluang Indonesia Produksi Vaksin DBD Berbasis mRNA

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:13 WIB

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

Menkes Budi Ungkap Faktor Utama Masyarakat Masih Anti Vaksin: Takut Demam, Kurang Literasi

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:40 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya

"Anak Saya Sehat, Perlu Vaksin?" Ini Alasan Mengapa Anggapan Itu Bisa Berbahaya

Your Say | Jum'at, 05 Juni 2026 | 16:42 WIB

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

Alarm Bahaya Wabah Ebola, IPMG Percepat Transfer Riset Farmasi di Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 12:10 WIB

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 12:19 WIB

Terkini

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 11:38 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:36 WIB

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:35 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:33 WIB

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

×