Cerita Tenaga Medis yang Tangani Covid-19 di Berbagai Negara Afrika

Angga Roni Priambodo, Fita Nofiana

Kamis, 30 April 2020 | 11:57 WIB
Cerita Tenaga Medis yang Tangani Covid-19 di Berbagai Negara Afrika
ilustrasi anak afrika

Profesor Moussa Seydi, kepala departemen penyakit menular, Rumah Sakit Pusat Universitas De Fann di Dakar, Senegal

Unit tanggapan Covid-19 telah dipenuhi dengan baik karena pemerintah memberi cukup peralatan yang telah didapatkan tepat waktu.

"Kami juga menerima pelatihan dan instruksi yang cukup tentang prosedur yang harus diikuti," kata profesor Seydi.

"Jadi, di sini di pusat perawatan, kami merasa aman. Jika kita melihat lonjakan besar dalam kasus-kasus maka mungkin ini bisa berubah," tambahnya.

Seydi percaya, bahwa pemerintah benar-benar telah melakukan yang terbaik. Otoritas Senegal juga mengumumkan bahwa petugas kesehatan akan diberikan bonus bagi tenaga medis.

Covid-19 di Senegal per 30 April mencapai 823 kasus dengan tingkat pemulihan 315 dan kematian 9 kasus.

Dokter di Bamenda, Kamerun

Per 30 April, Kamerun menelan 1.832 kasus yang telah dikonfirmasi dengan tingkat kesembuhan 934 dan meninggal 61.

"Pihak berwenang sangat sedikit memastikan keamanan kami. Banyak distrik di Kamerun belum menerima pelatihan, materi pendidikan, dan APD yang memadai," kata dokter yang tidak mau disebutkan namanya pada Aljazeera.

baca juga

"Saya belajar tentang prosedur keselamatan online, namun banyak petugas layanan kesehatan tidak memiliki akses ke internet. Petugas kesehatan juga tidak memiliki akses ke pengujian prioritas, ini berbahaya bagi mereka dan pasien," tambahnya.

Presiden Kamerun Paul Biya. ((AFP Photo/Ludovic MARIN))
Presiden Kamerun Paul Biya. ((AFP Photo/Ludovic MARIN))

Tanpa bayaran atau dukungan finansial tambahan dan pemadaman listrik yang konstan di beberapa rumah sakit, membuat daya untuk memerangi Covid-19 di Kamerun sangat rendah.

Carol, seorang perawat rumah sakit di Dar Es Salaam, Tanzania

Carol menyatakan, bahwa pemerintah Tanzania tidak terlalu memperhatikan tenaga medis dalam penanganan Covid-19. Mereka juga tidak memberikan jaminan apapun.

"Saya ngeri dengan kurangnya tindakan yang diambil oleh pemerintah," kata Carol.

"Minim arahan, tidak ada transparansi, mereka telah menolak untuk menerapkan langkah-langkah seperti kuncian atau pembatasan di tempat ibadah," tambahnya.

Per 30 April, kasus yang dokonfirmasi di Tanzania mencapai 480 dengan 167 orang pulih dan 16 kasus meningal dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lindungi Keluarga, Chand Kelvin Habiskan Momen Ramadan di Rumah Saja

Lindungi Keluarga, Chand Kelvin Habiskan Momen Ramadan di Rumah Saja

Entertainment | Kamis, 30 April 2020 | 10:19 WIB

Bahas Konspirasi Corona, Live Streaming Dokter Tirta dan Jerinx Eror 8 Kali

Bahas Konspirasi Corona, Live Streaming Dokter Tirta dan Jerinx Eror 8 Kali

News | Kamis, 30 April 2020 | 10:31 WIB

Suara Tak Bisa Didengar Saat Bahas Teori Konspirasi, Ini Penjelasan Jerinx

Suara Tak Bisa Didengar Saat Bahas Teori Konspirasi, Ini Penjelasan Jerinx

News | Kamis, 30 April 2020 | 10:28 WIB

Terkini

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Ulasan Novel Loversation: Belajar Menerima Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:30 WIB

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Cara Menghapus Cache Aplikasi Android Tanpa Hapus Data Penting

Tekno | Minggu, 01 November 2026 | 10:24 WIB

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Berapa Harga Tiket Masuk RANS Carnival Jogja? Viral Ditinggal Musisi hingga UMKM

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:16 WIB

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Warisan Batik Pekalongan dalam Balutan Modern, Ini 24 Koleksi Terbaru Tieka Huza

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:05 WIB

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Paradoks Bingar: Dunia Remaja, Bisbol, dan Pertandingan Melawan Ketakutan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 10:00 WIB

×