Tes Antibodi untuk Covid-19 Kurang Akurat, Tingkat Positif Palsu Tinggi

Angga Roni Priambodo | Rosiana Chozanah | Suara.com

Sabtu, 02 Mei 2020 | 12:55 WIB
Tes Antibodi untuk Covid-19 Kurang Akurat, Tingkat Positif Palsu Tinggi
Ilustrasi tes darah. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa tes antibodi untuk memeriksa infeksi Covid-19, memiliki tingkat palsu tinggi dalam skrining yang dilakukan oleh konsorsium laboratorium California, menurut laporan yang dirilis baru-baru ini.

Hasil positif palsu berarti seseorang diberi tahu bahwa mereka pernah terinfeksi virus yang sebenarnya tidak. Ini berpotensi bahaya karena orang kemudian berpikir bahwa mereka kebal terhadap virus ketika mereka sebenarnya masih rentan.

Dari 12 tes antibodi yang dipelajari oleh Covid-19 Testing Project, salah satu tes memberikan hasil positif palsu lebih dari 15%, atau sekitar satu dari tujuh sampel. Tiga tes lain memberikan hasil positif lebih dari 10%.

"Itu mengerikan. Itu benar-benar mengerikan," kata Dr Daryn Bern, salah satu peneliti.

Bern mengatakan semua tes memang tidak akan 100% akurat, tetapi tingkat positif palsu dari sebuah tes seharusnya 5% atau lebih rendah, atau idealnya 2% atau lebih rendah.

Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi tes darah. (Sumber: Shutterstock)

"Ini benar-benar peringatan bagi saya. Kita tidak berada pada titik di mana tes ini dapat digunakan secara andal," ujar peneliti lainnya, Dr. Alexander Marson.

Menurut Marson, ada bahaya besar dalam mengandalkan tes antibodi.

"Tapi kami berharap segera sampai di titik di mana kita bisa mengandalkan tes ini," sambungnya, dikutip CNN Internasional.

Menurut Marson, tes positif palsu dapat mengaburkan gambar mereka tentang siapa yang telah terinfeksi dan siapa yang belum.

"Kita perlu kejelasan tentang informasi dasar ini untuk mulai membimbing ke jalan keluar pandemi," sambungnya.

Covid-19 Testing Project merupakan konsorium para peneliti dan dokter di University of California San Francisco, Univeristy of California Barkeley, Chan Zuckerberg Biohub, dan Innovative Genomics Institute.

Bern mengatakan salah satu alasan tingginya angka positif palsu adalah persyaratan yang longgar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)
Ilustrasi tes darah untuk mengetahui pasien terinfeksi virus corona (coronavirus) atau tidak. (Shutterstock)

Pada Maret, ketika wabah virus corona menyebar di luar kendali, FDA melonggarkan standar persetujuannya untuk mendapatkan lebih banyak tes antibodi di masyarakat dengan cepat.

Badan itu mengizinkan perusahaan untuk menjual tes tanpa terlebih dahulu memberikan bahkti bahwa tes efektif.

Setelah sebuah asosiasi lab besar mengelukan masalah ini, Komisaris FDA Dr. Stephen Hahn mengeluarkan pernyataan pada 18 April yang mengatakan pihaknya, berkerja sama dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), dan Institut Keseatan Nasional, akan mengevaluasi tes antibodi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Inggris Pesan 50 Juta Alat Tes Antibodi Covid-19

Pemerintah Inggris Pesan 50 Juta Alat Tes Antibodi Covid-19

News | Senin, 27 April 2020 | 09:52 WIB

Inggris Akan Siapkan Tes Antibodi dalam Waktu Dekat

Inggris Akan Siapkan Tes Antibodi dalam Waktu Dekat

Tekno | Jum'at, 24 April 2020 | 13:50 WIB

Dituduh Tutupi Skala Kematian Covid-19, China Lakukan Tes Antibodi

Dituduh Tutupi Skala Kematian Covid-19, China Lakukan Tes Antibodi

Health | Minggu, 19 April 2020 | 21:21 WIB

Terkini

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 22:21 WIB

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat

Health | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:05 WIB

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB