Transportasi Beroperasi Lagi, Pakar: Peluang Tertular Corona Makin Tinggi

Risna Halidi, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 06 Mei 2020 | 14:55 WIB
Transportasi Beroperasi Lagi, Pakar: Peluang Tertular Corona Makin Tinggi
Ilustrasi Bus Transportasi Umum (pixabay)

Suara.com - Transportasi Publik Kembali Beroperasi, Pakar: Peluang Tertular Corona Makin Tinggi

Praktisi medis sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEg, MMB, FINASM, FACP mengkritisi kebijakan pemerintah yang akan kembali mengizinkan seluruh transportasi publik beroperasi pada Kamis, (7/5/2020) besok. 

Prof. Ari mengatakan keputusan itu sangat berisiko lantaran kasus virus corona Covid-19 di Indonesia masih sangat tinggi. Sehingga, kata Prof. Ari, kebijakan membuka transportasi publik akan meningkatkan risiko penularan yang semakin tinggi pula.

"Peningkatan jumlah kasus kita masih ratusan. Jakarta bahkan melaporkan hanya turun sedikit sekarang masih tinggi. Jadi dengan buka seperti ini membuka peluang untuk tertular di pesawat di kereta dan di tempat-tempat lain," ujar Prof. Ari saat dihubungi Suara.com, Rabu (6/5/2020).

Ridwan Kamil soal tiga orang penumpang KRL Bogor positif corona (Twitter).
Ridwan Kamil soal tiga orang penumpang KRL Bogor positif corona (Twitter).

Ia kemudian mencontohkan pengetesan swab yang diambil secara acak oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepada penumpang KRL Jabodetabek beberapa waktu lalu.

Dari tes acak tersebut, didapati 3 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Kata Prof. Ari, ini adalah cerminan tranportasi publik yang telah menjadi tempat penularan Covid-19 yang cukup tinggi.

Prof. Ari juga menyinggung bagaimana aturan transportasi publik yang hanya diperuntukan bagi pejabat yang akan melakukan tugas kerja. Guru besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI itu merasa khawatir kebijakan tersebut dapat dimanfaatkan pejabat yang ingin pulang ke kampung halaman.

"Pejabat negara mau ngapain dalam situasi begini, mau kunjungan kerja segala macem itu saya bilang cuma pintar-pintar buat aja. Nanti yang dia sekalian pulang kampung, bilang mau lihat ini dan itu. Ini yang kita perlu hati-hati," tuturnya.

Mengomentari usul protokol kesehatan dalam menjalankan transpotasi publik, mantan Ketua Pengurus Besar Perhimpunaan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PB PEGI) itu mengatakan bahwa tindakan tersebut sangat mungkin meleset, apalagi hanya dengan mengandalkan alat pengukur suhu tubuh.

baca juga

"Kalau kami di rumah sakit ngukur suhu yang tepat itu di ketiak dan itu pun butuh waktu beberapa menit. Kalau di kening itu cuma kalau kepanasan aja suhunya naik, kalau dia udah suhu dingin nggak ketahuan dia suhu sebenarnya," terangnya.

Tak kurang, ia juga menyoroti kasus infeksi terakhir pada Selasa, (5/5/2020) di mana kasus positif meningkat tajam dan naik lebih dari 400 kasus per hari.

Di sisi lain, banyak masyakarat yang belum taat terhadap aturan pshycal distancing. Penegakkan hukum di Indonesia dalam menjalankan PSBB juga tidak tegas, polisi dan aparat ia nilai setengah hati menjalankannya. "Kalau saya nilai PSBB di Jakarta itu belum berhasil," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khawatir Corona Menyebar Cepat, Pelonggaran Transportasi Dinilai Tak Tepat

Khawatir Corona Menyebar Cepat, Pelonggaran Transportasi Dinilai Tak Tepat

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:33 WIB

Balas Budi, Warga Irlandia Bantu Suku Indian Terdampak Covid-19

Balas Budi, Warga Irlandia Bantu Suku Indian Terdampak Covid-19

News | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:16 WIB

Pakar Inggris: Isolasi adalah Kesempatan Emas untuk Lakukan Tes IMS

Pakar Inggris: Isolasi adalah Kesempatan Emas untuk Lakukan Tes IMS

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:12 WIB

Terkini

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

5 Shio Paling Cocok Jadi Rekan Bisnis Shio Babi, Mudah Datangkan Cuan

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Ingin Beli Galaxy S26 FE Lebih Hemat? Ini Cara Dapat Potongan Rp500 Ribu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:35 WIB

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Statistik Jay Idzes Saat Sassuolo Bungkam Juventus Lewat Laga Dramatis

Bola | Senin, 14 September 2026 | 09:34 WIB

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

6 Kandungan Lipid Kompleks Terbaik dalam Moisturizer Mature Skin

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Harga Bitcoin Cs Ambruk, Indeks CFX10 Turun 0,35 Persen

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:24 WIB

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

IHSG Merah Pada Senin Lagi, Masih Bergerak di Level 6.500

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:13 WIB

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Api Tak Menunggu Kontrak Sewa: Urgensi Pesawat Amfibi bagi Negeri Kepulauan

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 09:05 WIB

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Kesempatan Beli, Harga Emas Antam Lagi Anjlok Jadi Rp2.602.000/Gram

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Terdampak Karhutla, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

Foto | Senin, 14 September 2026 | 09:00 WIB

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

Bukan Jaga Malam, Pos Kamling di Kudus Malah Jadi Tempat Judi Dadu Digital

News | Senin, 14 September 2026 | 08:59 WIB

×