Cepat Lelah dan Sakit Dada, Gejala Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai

M. Reza Sulaiman | Frieda Isyana Putri | Suara.com

Kamis, 07 Mei 2020 | 18:45 WIB
Cepat Lelah dan Sakit Dada, Gejala Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai
Ilustrasi sakit dada gejala serangan jantung. (Shutterstock)

Suara.com - Cepat Lelah dan Sakit Dada, Gejala Serangan Jantung yang Wajib Diwaspadai

Banyak gejala yang bisa menjadi penanda munculnya serangan jantung. Sehingga tak sedikit pula orang yang kebingungan mana gejala serangan jantung yang benar.

Menurut ahli jantung dr Vito A Damay, SpJP(K), MKes, FIHA, FICA, FAsCC, serangan jantung bisa dilihat dari gejala paling ringan dan paling khasnya, yakni cepat lelah dan sakit dada.

Dua gejala ini bisa muncul pada fase seseorang mengalami penyempitan di pembuluh darahnya, sebelum terjadi serangan jantung.

Rasa sakit dada ini biasanya akan menghilang ketika beristirahat, namun bisa muncul kembali ketika beraktivitas.

"Itu mungkin dia sudah ada penyempitan di pembuluh darah jantung tapi belum jadi serangan jantung," katanya dalam Live IG bersama Yayasan Jantung Indonesia, Rabu (6/5/2020).

Kondisi tersebut bernama angina pektoris, yakni kondisi sakit dada karena memang ada penyempitan yang terjadi di pembuluh darah di jantung.

Biasanya gejala tersebut menjadi acuan para dokter jantung untuk menentukan tindakan selanjutnya pada pasien. Misalnya melakukan rekam EKG, rekam listrik jantung, periksa laboratorium, melakukan threadmill atau CT Scan untuk mencegah terjadinya serangan jantung.

Ilustrasi cepat lelah gejala serangan jantung. [Shutterstock]
Ilustrasi cepat lelah gejala serangan jantung. [Shutterstock]

Ada juga gejala-gejala lain yang terkadang bukan gejala khas dan perlu digali oleh para dokter, lanjut dr Vito.

"Itu fungsi dokter nanya-nanya. Bukan kepo, tapi kita nanya-nanya itu karena kita mau nyari celahnya itu di mana yang memang jadi keluhan dan kita memang bisa menangkap keluhan tersebut," sambungnya.

Lalu setelah mendapatkan keluhan gejala tersebut, dokter bisa merekomendasikan pemeriksaan supaya bisa diperiksa lebih efektif dan efisien.

"Pentingnya seseorang itu denger keluhannya seperti ini. Meskipun nggak khas tapi bisa kita gali keluhan tersebut. Memang ada keluhan-keluhan lain yang bervariasi, tapi yang khas tadi, sakit dada dan cepat lelah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tujuan Lain Penggunaan 'Code Blue', Istilah RS saat Tangani Didi Kempot

Tujuan Lain Penggunaan 'Code Blue', Istilah RS saat Tangani Didi Kempot

Health | Rabu, 06 Mei 2020 | 14:48 WIB

Didi Kempot Alami Henti Jantung, Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Didi Kempot Alami Henti Jantung, Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan

Health | Selasa, 05 Mei 2020 | 20:19 WIB

Potret Kenangan Aksi Panggung Didi Kempot saat Menghibur Sobat Ambyar

Potret Kenangan Aksi Panggung Didi Kempot saat Menghibur Sobat Ambyar

Foto | Selasa, 05 Mei 2020 | 12:53 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB