Inggris Legalkan Remdesivir untuk Antivirus Pasien Covid-19, Obat Apa Itu?

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Rabu, 27 Mei 2020 | 18:06 WIB
Inggris Legalkan Remdesivir untuk Antivirus Pasien Covid-19, Obat Apa Itu?
Remdesivir disebut obat virus Corona Covid-19 paling ampuh saat ini. (Photo by Dimitri Karastelev on Unsplash)

Suara.com - Inggris Legalkan Remdesivir untuk Antivirus Pasien Covid-19, Obat Apa Itu?

Inggris baru saja mengumumkan antivirus pertama yang disetujui dan legal digunakan untuk penanganan pasien virus corona atau Covid-19.

Obat itu adalah remdesivir yang dalam uji klinis bisa mempersingkat waktu pemulihan pasien.

Tapi apa sih bedanya remdesivir dengan antivirus lain?

Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19.[Reuters]
Remdesivir, salah satu obat yang dianggap potensial menyembuhkan Covid-19.[Reuters]

Mengutip e-book 'Informatorium Obat Covid-19 di Indonesia' yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), berbeda dengan antivirus lain yang pernah digunakan untuk influenza dan malaria, remdesivir adalah obat yang dikembangkan untuk virus Ebola, SARS CoV, MERS-CoV.

Antivirus ini hadir dengan dosis 100 miligram. Dari beberapa uji in-vitro dan in-vivo, remdesivir terbukti dapat mengurangi patologi pulmonari dan menunjukkan aktivitas anti-virus yang kuat.

Kontraindikasi

Anti-virus ini tidak dianjurkan pada penderita Covid-19 dengan gangguan ginjal sedang sampai berat.

Selain itu, obat ini tidak dianjurkan juga pemberian bersamaan dengan antivirus yang lainnya karena dapat terjadi antagonisme, sinergi atau tidak adanya efek.

baca juga

Mekanisme kerja

Remdesivir adalah analog nukleotida adenin dengan aktivitas anti-virus spektrum luas terhadap berbagai virus RNA seperti SARS, MERS dan Ebola.

Antivirus ini mengalami konversi metabolik yang efisien dalam sel dan jaringan menjadi metabolit nukleosida trifosfat aktif yang menghambat RNA dependent RNA polymerase (RdRp) virus, tetapi tidak menghambat RdRp pasien.

Dengan demikian obat ini bisa menghambat Covid-19 pada stadium awal replika virus.

Perhatian dan peringatan

- Sebagai obat uji anti-virus ini belum memiliki data keamanan klinis atau farmakokinetik (PK) pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau fungsi hati.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Padukan Remdesivir dan Obat Radang Sendi untuk Covid-19

Peneliti Padukan Remdesivir dan Obat Radang Sendi untuk Covid-19

Health | Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB

Pasokan Minim, Dokter AS Harus Pilih Mana Pasien yang Diberikan Remdesivir

Pasokan Minim, Dokter AS Harus Pilih Mana Pasien yang Diberikan Remdesivir

Health | Rabu, 13 Mei 2020 | 10:51 WIB

Pemerintah Jepang Setuju Gunakan Remdesivir untuk Obati Pasien COVID-19

Pemerintah Jepang Setuju Gunakan Remdesivir untuk Obati Pasien COVID-19

News | Kamis, 07 Mei 2020 | 22:22 WIB

Terkini

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 18:38 WIB

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:06 WIB

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung

Health | Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:15 WIB

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:10 WIB

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Festival Keluarga Kimomby 2026 Resmi Diluncurkan, Jawab Kebutuhan Orang Tua Modern

Health | Jum'at, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:17 WIB

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan

Health | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:13 WIB

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif

Health | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:15 WIB

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

×