Kak Seto: Berpuluh Tahun Kita Alami Pandemi Rokok

Vania Rossa, Lilis Varwati

Senin, 01 Juni 2020 | 10:33 WIB
Kak Seto: Berpuluh Tahun Kita Alami Pandemi Rokok
Pemerhati Anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto. (suara.com/Pebriansyah Ariefana)

Suara.com - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Dr. Seto Mulyadi, S,Psi., M.Si. mengatakan ada pandemi yang sama berbahayanya dengan Covid-19 dan telah dialami Indonesia selama berpuluh tahun, yaitu pandemi rokok. Pandemi rokok, menurut Kak Seto, telah merenggut nyawa orang dewasa bahkan juga anak-anak.

"Kami selalu menegaskan bahwa pandemi ini bukan Covid-19. Sudah berpuluh tahun pandemi rokok, pandemi tembakau, yang sama berbahayanya juga mengancam jiwa dan kesehatan bangsa, dimulai dari anak-anak," kata Kak Seto dalam Webinar Perayaan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Minggu (31/5/2020).

Ditinjau dari aspek psikologis, kata Kak Seto, permasalahan rokok menjadi bias di masyarakat. Sebab bahaya rokok digandengkan dengan hal positif yang diberikan dari industri rokok.

"Artinya yang buruk ini jelas rokok. Tetapi kemudian dikemas begitu indah. Dikaitkan tokoh, model, artis dan berbagai kata yg indah 'nggak ada lo nggak rame', seolah-olah ini membanggakan kreatifitas. Kemudian dipadu lagi dengan berbagai promosi dikaitkan dengan seminar, sponsor industri rokok, even olahraga, pelatihan olahraga, konser musik. Ini sesuatu yang membuat orang bingung," tuturnya.

Karenanya, mantan Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak itu mendesak pemerintah agar tegas dalam membuat larangan sponsor, iklan, dan promosi rokok secara umum.

Sebab menurutnya, promosi yang gencar dilakukan industri rokok banyak menyasar anak-anak muda. Akibatnya, usia perokok pemula kian tahun semakin muda dan jumlahnya terus bertambah.

Selain itu, Kak Seto menambahkan bahwa sudah waktunya Indonesia ikut meratifikasi konferensi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) WHO yang mengatur tentang produksi, penjualan, distribusi, periklanan, dan perpajakan tembakau.

"Indonesia satu-satunya negara di Asia Pasifik yang belum meratifikasi konferensi tersebut. Sehingga marilah kita gaungkan," ucapnya.

Peran keluarga juga sangat penting dalam memerangi bahaya rokok, khususnya melindungi anak dari tembakau. Kak Seto mengingatkan, keluarga harus selalu melakukan hal konkrit untuk mewujudkan itu.

baca juga

"Mungkin dengan dongeng, nyanyian lagu, kita menggambar dan sebagainya. Mungkin juga memproduksi film anak-anak yang antirokok untuk mengajarkan pada anak betapa dasyatnya bahaya rokok ini. Kita harus melawan manipulasi rokok," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agar Tak Cemari Anak, Rokok Tak Boleh Dijual Eceran

Agar Tak Cemari Anak, Rokok Tak Boleh Dijual Eceran

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 20:05 WIB

Menteri PPPA: 28 Persen Remaja Ikut Merokok Saat Kumpul Bareng Teman

Menteri PPPA: 28 Persen Remaja Ikut Merokok Saat Kumpul Bareng Teman

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 19:15 WIB

Ngeri, Ada Upaya Pasarkan Rokok Untuk Cegah Covid-19

Ngeri, Ada Upaya Pasarkan Rokok Untuk Cegah Covid-19

Health | Minggu, 31 Mei 2020 | 17:58 WIB

Terkini

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

61 Kg Merkuri Diselundupkan via Bakauheni, Polisi Gulung Jaringan Lintas Pulau

Lampung | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:20 WIB

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Kabar Buruk Timnas Indonesia! Ole Romeny Absen Lawan Thailand Malam Ini?

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Perbedaan Mesin Cuci Inverter vs Non Inverter, Mana yang Lebih Hemat?

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Di Balik Lonjakan Surplus Perdagangan: Impor Melambat, Produksi Tertekan

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:31 WIB

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Guyub Warga Bantul di Bekasi Rayakan HUT ke-45 Warkaban

Foto | Senin, 05 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Kevin Diks Bawa Kabar Sedih dari Jay Idzes Jelang Timnas Indonesia vs Thailand

Bola | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:54 WIB

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

Prabowo Minta Bakom Buka Telinga Lebar-lebar, Keluhan Rakyat Harus Sampai ke Istana

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:30 WIB

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Mici Dewi Paramita: Glow Up Bukan Berarti Harus Jadi Orang Lain

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:13 WIB

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

WALHI dan Eiger Bicara soal Menjaga Alam, dari Kritik hingga Kolaborasi

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:00 WIB

×