Ratusan Kandidat Vaksin Covid-19 sedang Dibuat, Adakah Vaksin Khusus Anak?

Bimo Aria Fundrika | Frieda Isyana Putri
Ratusan Kandidat Vaksin Covid-19 sedang Dibuat, Adakah Vaksin Khusus Anak?
Ilustrasi Ratusan Kandidat Vaksin Covid-19 sedang Dibuat, Adakah Vaksin Khusus Anak? (ANTARA/Shutterstock/am.)

Menurut seorang vaksinolog pembuatan vaksin apapun harus dimulai pada orang dewasa terlebih dahulu.

Suara.com - Ratusan Kandidat Vaksin Covid-19 sedang Dibuat, Adakah Vaksin Khusus Anak?

Sejumlah pihak yang terlibat dalam pembuatan vaksin di seluruh dunia kini sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin guna mencegah virus corona atau Covid-19.

Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, MSc, SpPD dari OMNI Hospitals Pulomas mengatakan bahwa secara umum, pembuatan vaksin apapun harus dimulai pada orang dewasa terlebih dahulu.

Setelah digunakan sekian lama pada orang dewasa dan terbukti aman serta efektif, baru diberikan kepada anak.

Lalu, bagaimana dengan pengembangan vaksin corona khusus anak-anak?

Ilustrasi vaksin Covid-19. [Shutterstock]
Ilustrasi Ratusan Kandidat Vaksin Covid-19 sedang Dibuat, Adakah Vaksin Khusus Anak? [Shutterstock]

"Saya bisa pastikan dalam waktu dekat, setidaknya sampai akhir tahun ini, tidak ada vaksin Covid-19 untuk anak-anak. Karena kita masih harus mulai dari orang dewasa dulu," ujarnya dalam Live Instagram, Senin (1/6/2020).

Menurut paparan dr Dirga, sudah ada 145 kandidat vaksin yang dikembangkan di seluruh dunia, namun belum ada satupun yang diuji cobakan pada anak-anak.

Ia sendiri justru meragukan bahwa akan ada vaksin yang tersedia pada tahun ini, karena belum satupun kandidat vaksin yang melewati fase kedua.

"Bisa saja di tengah jalan misalnya ada masalah pada keamanan itu bisa diberhentikan pengembangannya. Atau di tengah jalan dilihat efektivitasnya nggak baik, disetop," lanjutnya.

Walau memang baginya bukan mustahil di akhir tahun 2020 nanti akan ada vaksin, dr Dirga tetap meragukan keamanan dan efektivitas vaksin tersebut.

Ia mencontohkan salah satu kandidat vaksin yang sudah melewati fase pertama yang berasal dari Amerika Serikat. Apabila vaksin tersebut dapat diedarkan, belum tentu seluruh dunia termasuk Indonesia bisa langsung mendapatkannya.

Oleh karena itu, yang bisa dilakukan sekarang adalah mendorong perusahaan bioteknologi lainnya agar bisa ikut mengembangkan vaksin. Sehingga semakin banyak vaksin yang bisa segera diproduksi dan kebutuhannya terpenuhi di seluruh dunia, termasuk vaksin untuk anak-anak.

"Anak-anak ini termasuk kelompok yang rentan yang memang harus kita lindungi," pungkasnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS