Kembalikan keseimbangan kulit dengan krim yang mampu menjaga kelembapan kulit, seperti Vanicream, Vaniply Ointment, atau ceramide topikal.
3. Folikulitis
Tekanan tambahan pada pori-pori dapat menyebabkan folikulitis, suatu kondisi yang terjadi ketika folikel rambut menjadi meradang dan terinfeksi.
"Alat pelindung diri dapat menyebabkan lingkungan yang sempurna untuk pertumbuhan bakteri dan jamur pada kulit, dan dapat menyebabkan folikulitis bakteri atau jamur," kata Greenfield.
Tandanya, muncul benjolan kecil berwarna merah atau berisi nanah di sekitar folikel rambut.
Perawatan:
Robinson menggarisbawahi pentingnya membersihkan wajah Anda sebelum dan sesudah memakai masker. Greenfield juga menyarankan agar kaum lelaki meninggalkan sedikit kumis atau jenggot ketika bercukur untuk mencegah rambut yang tumbuh ke dalam.
Dan jangan coba-coba untuk memencet benjolan folikulitis, karena Anda mungkin mendorong infeksi lebih dalam ke pori-pori. Sebagai gantinya, basuh dengan waslap hangat.
4. Dermatitis
Beberapa jenis ruam kulit dapat muncul akibat penggunaan masker wajah. “Dermatitis kontak alergi muncul dengan gejala ruam gatal, merah, bersisik, dan seringkali terbatas pada area kontak,” kata Camp.
Salah satu penyebab dermatitis kontak alergi salah satunya adalah potongan logam di bagian atas hidung pada masker wajah yang berguna agar bentuk masker sesuai dengan kontur wajah Anda.
"Nikel adalah salah satu penyebab paling umum dari dermatitis kontak alergi dan dapat menyebabkan dermatitis kontak alergi pada individu yang rentan," kata Camp.
Jenis lain adalah dermatitis iritan yang disebabkan oleh gesekan dan menyebabkan bercak merah yang terlihat berkilau. Tanda infeksi ini menyakitkan, bengkak, atau gatal.
Dermatitis perioral, atau peradangan di sekitar mulut, adalah masalah lain. Ruam ini mungkin terlihat seperti jerawat, muncul sebagai benjolan berisi nanah.
Perawatan:
Semakin sensitif kulit Anda, semakin besar kemungkinan Anda akan mengalami dermatitis.
"Karena kondisi dipicu oleh penggunaan masker, maka cobalah lepaskan masker Anda sesering mungkin saat kondisi aman dan memungkinkan," kata Murphy-Rose.
Anda juga bisa menggunakan sabun wajah yang lembut atau tanpa pewangi yang dapat membantu menghindari iritasi. Tergantung pada tingkat keparahannya, berkonsultasilah dengan dokter kulit untuk mendapatkan resep salep.
5. Memar
Mereka yang berada di garis terdepan instansi kesehatan, seperti dokter dan perawat, akan mengenakan masker tanpa istirahat selama berjam-jam, dan sangat mungkin mengalami memar di wajah akibat dinding pembuluh darah kecil rusak, demikian dijelaskan Murphy-Rose.
Perawatan:
"Memar baru dapat diobati dengan kompres dingin untuk membatasi penyebarannya," kata Camp.
Setelah memar tidak tumbuh lagi, kompres hangat dapat digunakan untuk menghilangkan memar. Makan nanas, yang kaya akan enzim antiinflamasi yang disebut bromelain, juga dapat mengurangi pembengkakan.
6. Impetigo
Impetigo merupakan infeksi bakteri pada kulit yang timbul dengan gejala berupa kerak berwarna keemasan, dan paling sering disebabkan oleh bakteri Staphylococcus dan Streptococcus.
Perawatan:
Salep antibakteri dapat diberikan untuk membuka luka terlebih dahulu; kadang-kadang antibiotik oral diperlukan.
Sesuaikan juga rutinitas perawatan kulit Anda, dengan produk-produk yang dapat membantu menghindari iritasi akibat penggunaan masker wajah.