Stok Darah PMI Berkurang, Ini Prosedur Donor Darah Saat Pandemi

Vania Rossa | Dini Afrianti Efendi | Suara.com

Selasa, 09 Juni 2020 | 10:49 WIB
Stok Darah PMI Berkurang, Ini Prosedur Donor Darah Saat Pandemi
Ilustrasi donor darah (Shutterstock)

Suara.com - Pasokan darah di suatu negara sangatlah penting untuk mensupport mereka yang dalam kondisi kritis. Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta mengungkap stok darah karena puasa dan Covid-19 berkurang hingga 60 persen.

Di sisi lain, darah tidak bisa diproduksi oleh para ilmuwan, dan oleh karena itu, donor dari manusia adalah satu-satunya solusi.

Tertarik mendonorkan darah? Kita masih bisa, kok, menjadi donor darah di masa pandemi. Simak tata cara menyumbang darah dengan aman, mengutip Medical News Today, Selasa (9/6/2020).

Mereka yang ingin mendonorkan darahnya harus mematuhi kebijakan menjaga jarak fisik saat bepergian, mengenakan masker di tempat yang tidak bisa jaga jarak, juga sering mencuci tangan untuk mengurangi risiko tertular.

Biasanya, tempat untuk mendonorkan darah berada di lokasi yang aman selama pandemi, petugas juga sudah terampil memberlakukan praktik pencegahan agar tidak terinfeksi, seperti memakai APD (alat pelindung diri).

"Donor yang merasa tidak enak badan atau yang demam saat pergi ke tempat donor, sebisa mungkin mereka mengambil tindakan pencegahan secepat mungkin," ungkap Dr. Peter Marks, Direktur Pusat Evaluasi dan Penelitian Biologi FDA.

"Mendonorkan darah aman hanya akan menyita sedikit waktu. Di banyak pusat donor darah, mereka harus membuat janji jadwal menyumbangkan darah agar tidak lama di lokasi," sambung Dr. Peter.

Cara ini juga ampuh agar tidak terjadi penumpukan banyak orang di satu lokasi, sehingga pendonor bisa datang dan langsung pulang sesuai jadwal. Biasanya juga petugas akan mengirimkan pemberitahuan datang lewat pesan atau panggilan telepon.

CDC juga sudah mengeluarkan pedoman penanganan darah juga penyimpanannya agar aman, seperti sebagai berikut:

  • Menjaga kebersihan dan etika batuk.
  • Mengikuti praktik kebersihan tangan.
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan secara teratur.
  • Menempatkan kursi dengan jarak minimal 1 meter hingga 2 meter di ruang tunggu atau ruang donor.
  • Memastikan bahwa pekerja donor darah tidak bekerja saat ia memiliki gejala Covid-19.
  • Memastikan semua staf tahu dan paham kebijakan maupun prosedur keselamatan dalam penanganan pandemi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Perlu Takut, Donor Darah selama Pandemi Corona Dinilai Aman

Tak Perlu Takut, Donor Darah selama Pandemi Corona Dinilai Aman

Health | Rabu, 01 April 2020 | 13:43 WIB

Agar Bisa Donor Darah, Ini Tips Jaga Kualitas Darah Saat Pandemi Covid-19

Agar Bisa Donor Darah, Ini Tips Jaga Kualitas Darah Saat Pandemi Covid-19

Health | Kamis, 02 April 2020 | 06:45 WIB

Miris, PMI Alami Kekurangan Stok Darah 70 Persen Sejak Pandemi Corona

Miris, PMI Alami Kekurangan Stok Darah 70 Persen Sejak Pandemi Corona

Health | Rabu, 01 April 2020 | 11:38 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB