Gampang Terdistraksi? Ini Penjelasan Sifat Baru Menurut Pakar Inggris

Angga Roni Priambodo, Rosiana Chozanah

Senin, 15 Juni 2020 | 07:00 WIB
Gampang Terdistraksi? Ini Penjelasan Sifat Baru Menurut Pakar Inggris
Ilustrasi seorang anak fokusnya terganggu (Shutterstock).

Suara.com - Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda, seperti extraversion atau conscientiousness. Penelitian University College London, Inggris, menunjukkan kepribadian juga bervariasi sesuai sifat kognitif tertentu, yaitu distraksibilitas.

Temuan ini terbit dalam Psychological Science, sebuah jurnal dari Association for Psychological Science, pada 2015.

"Kita semua tahu dari pengalaman pribadi bahwa beberapa orang tampaknya lebih rentan terhadap masalah fokus daripada yang lain. Pada saat yang sama, kita tahu bahwa kurangnya perhatian dan distrakbilitas menjadi ciri orang dengan diagnosis klinis attention-deficit atau hyperactivity disorder (ADHD)," kata penulis studi, Profesor Nilli Lavie dari UCL Institute of Cognitive Neuroscience.

"Ini mengarahkan kami untuk berhipotesis bahwa mungkin ada sifat attention-distractibility (perhatian-distraksibilitas) yang kita miliki pada beberapa tingkat, dan akhir klinis dari spektrum ini dipandang sebagai ADHD," sambungnya.

Penemuan ini merupakan hasil analisis terhadap 174 orang dewasa yang diukur ditraksibilitas mereka. Pada 25% dari 384 uji coba, gambar yang menganggu dari karakter kartun terkenal muncul di atas atau di bawah tugas pencarian virusal dan distrakbilitas peserta diukur oleh sejauh mana kartun memperlambat respon mereka.

Ilustrasi lelaki fokusnya terganggu (Shutterstock)

Setelah tugas ini, peserta menyelesaikan ukuran laporan diri sendiri gejala ADHD yang divalidasi pada masa kanak-kanak.

Hasil penelitian menunjukkan distraksibilitas peserta dikaitkan dengan tingkat gejala ADHD yang mereka alami pada masa kanak-kanak, termasuk skor ADHD keseluruhan dan skor mereka untuk dua subtipe ADHD (kurang perhatian dan hiperaktif-impulsif).

Korelasi antara distraksitibilitas dan gejala ADHD bertahan pada kisaran skor penuh, menunjukkan distraksibilitas adalah sifat berkelanjutan yang berkisar dari rendah ke tinggi di seluruh populasi umum.

Menurut penulis, kemampuan untuk mengenali dan mengukur sifat perhatian-distraksibilitas dapat membantu kita memahami mengapa beberapa orang tampaknya sangat rentan terhadap kecelakaan dan kesalahan yang diakibatkan oleh kurangnya perhatian.

"Penemuan sifat perhatian-distraksibilitas adalah penting karena perhatian berfungsi sebagai pintu gerbang ke semua pemrosesan informasi," kata Profesor Lavie, dilansir ucl.ac.uk.

"Sifat perhatian-distraksibilitas yang tinggi kemungkinan akan berdampak pada pendidikan dan prestasi kerja seseorang, juga pada kemampuan mereka untuk fokus pada kegiatan dan tugas sehari-hari," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bagi yang Tak Suka Kopi, Ini Cara Jitu Tingkatkan Fokus dan Kewaspadaan

Bagi yang Tak Suka Kopi, Ini Cara Jitu Tingkatkan Fokus dan Kewaspadaan

Health | Minggu, 02 Februari 2020 | 18:51 WIB

Soal Mengemudi, Perempuan Lebih Fokus Dibandingkan Lelaki. Kok Bisa?

Soal Mengemudi, Perempuan Lebih Fokus Dibandingkan Lelaki. Kok Bisa?

Otomotif | Sabtu, 05 Oktober 2019 | 16:00 WIB

Mengenal Senam Neuromove, Ampuh Buat Pikiran Lebih Fokus

Mengenal Senam Neuromove, Ampuh Buat Pikiran Lebih Fokus

Health | Selasa, 03 September 2019 | 21:00 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB