Studi: Orang yang Perhatiannya Mudah Teralihkan Punya Terlalu Banyak Otak

Rima Sekarani Imamun Nissa, Rosiana Chozanah

Senin, 15 Juni 2020 | 11:52 WIB
Studi: Orang yang Perhatiannya Mudah Teralihkan Punya Terlalu Banyak Otak
Ilustrasi seorang anak terganggu saat belajar (Shutterstock).

Suara.com - Mereka yang mudah terdistraksi atau teralihkan fokusnya dari tugas yang sedang dikerjakan kemungkinan memiliki "terlalu banyak otak".

Demikian kata Ryota Kanai dan rekan satu timnya di University College London. Mereka menemukan volume materi abu-abu yang lebih besar di daerah otak tertentu pada orang yang perhatiannya mudah teralihkan.

Untuk menganalisis sifat distraksibilitas ini, tim membandingkan otak orang yang mudah dan sulit mengalihkan perhatian.

Peneliti menilai distraksibilitas masing-masing orang dengan menanyai mereka tentang seberapa sering mereka gagal melihat rambu-rambu di jalan, atau saat pergi ke supermarket dan mereka lupa apa yang seharusnya mereka beli.

Orang yang paling sulit mendapat skor tinggi. Peneliti melakukan tes pemindai MRI struktural pada otak beberapa dari mereka.

Ilustrasi seorang gadis sedang belajar menggunakan aplikasi mobile (Shutterstock).
Ilustrasi seorang gadis terganggu ponsel saat belajar (Shutterstock).

Dilansir New Scientist, perbedaan yang paling jelas adalah volume materi abu-abu di wilayah otak yang dikenal sebagai superior parietal lobe (SPL) atau lobus parietal superior. Secara khusus, mereka yang mudah terganggu cenderung memiliki lebih banyak materi abu-abu di sini.

Untuk membuktikan apakah aktivitas di SPL kiri berperan dalam distraksibilitas, tim melakukan dua percobaan lagi.

Hasilnya, SPL kiri berfungsi untuk mengatasi gangguan. Nah, mereka yang memiliki SPL kiri lebih besar lebih mudah teralihkan.

Hubungan perbedaan ukuran SPL dan cara kerja ini tidak jelas. Meski begitu, Kanai berspekulasi kemungkinan berkaitan dengan fakta bahwa ketika kita dewasa, materi abu-abu otak dipangkas neuron untuk bekerja lebih efektif.

baca juga

Dia mengatakan volume materi abu-abu lebih besar dapat mengindikasikan otak yang kurang matang, mungkin mencerminkan kerusakan perkembangan ringan.

"Teori ini cocok dengan pengamatan bahwa anak-anak lebih mudah terganggu daripada orang dewasa," kata Kanai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gampang Terdistraksi? Ini Penjelasan Sifat Baru Menurut Pakar Inggris

Gampang Terdistraksi? Ini Penjelasan Sifat Baru Menurut Pakar Inggris

Health | Senin, 15 Juni 2020 | 07:00 WIB

Dokter Anak: Paparan Nikotin Bisa Bikin Otak Anak Terganggu

Dokter Anak: Paparan Nikotin Bisa Bikin Otak Anak Terganggu

Health | Rabu, 25 September 2019 | 10:10 WIB

Ini 8 Jenis Asupan Makanan yang Membantu Anda Fokus

Ini 8 Jenis Asupan Makanan yang Membantu Anda Fokus

Lifestyle | Selasa, 14 Juli 2015 | 06:16 WIB

Terkini

Debu Krakatau Mereda, Sekolah di Lampung Normal Lagi Langsung Gelar Salat Istisqa

Debu Krakatau Mereda, Sekolah di Lampung Normal Lagi Langsung Gelar Salat Istisqa

Lampung | Jum'at, 11 September 2026 | 08:15 WIB

Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses

Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 08:09 WIB

6 Cara Membuat Wajan Stainless Steel Baru agar Anti Lengket, Begini Triknya

6 Cara Membuat Wajan Stainless Steel Baru agar Anti Lengket, Begini Triknya

Lifestyle | Jum'at, 11 September 2026 | 08:08 WIB

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Perang Minyak Dimulai? Iran Dituduh Dalangi Serangan Houthi di Laut Merah

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:07 WIB

Bank Jago Catat Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I-2026, Tumbuh 24 Persen

Bank Jago Catat Kredit Rp26,6 Triliun pada Semester I-2026, Tumbuh 24 Persen

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 08:04 WIB

KLB Keracunan MBG di Pati: Korban Capai 269 Orang, BGN Ancam Tutup SPPG

KLB Keracunan MBG di Pati: Korban Capai 269 Orang, BGN Ancam Tutup SPPG

Jawa Tengah | Jum'at, 11 September 2026 | 07:59 WIB

Sindikat BBM Ilegal di Jambi Terbongkar: 8 Tersangka Ditangkap, 22,8 Ton Minyak Disita!

Sindikat BBM Ilegal di Jambi Terbongkar: 8 Tersangka Ditangkap, 22,8 Ton Minyak Disita!

News | Jum'at, 11 September 2026 | 07:59 WIB

Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam

Pajak SPP-TDLN Berlaku: Jangan Buat Konsumen Jadi Kambing Hitam

Your Say | Jum'at, 11 September 2026 | 07:50 WIB

Tecno Bawa AI ke Tablet, MEGAPAD 2 untuk Produktivitas dan SE 2 Jadi Teman Belajar

Tecno Bawa AI ke Tablet, MEGAPAD 2 untuk Produktivitas dan SE 2 Jadi Teman Belajar

Tekno | Jum'at, 11 September 2026 | 07:45 WIB

Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang

Masuk Radius Bahaya! Tim SAR Belum Bisa Sisir Pulau Sertung Cari 5 Jurnalis Hilang

News | Jum'at, 11 September 2026 | 07:33 WIB

×