New Normal, Simak Risiko Terendah hingga Tertinggi Penularan Covid-19

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Rabu, 24 Juni 2020 | 13:12 WIB
New Normal, Simak Risiko Terendah hingga Tertinggi Penularan Covid-19
Ilustrasi makan di restoran saat new normal. (Shutterstock)

Suara.com - Sejak pemerintah memberlakukan new normal, sebagian besar orang telah kembali ke aktivitas harian mereka. Salah satu faktor yang juga mendorong hal ini adalah kebosanan.

"Kita semua bosan tinggal di rumah. Tapi pandemi belum berakhir, dan penting untuk mengenali itu," kata Jay Butler, wakil direktur penyakit menular di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC US).

Ketika restoran, salon, serta kantor dibuka kembali, ada baiknya untuk mengingat bahwa beberapa kegiatan masih jauh lebih berisiko dalam menularkan virus corona Covid-19 dari satu orang ke orang lainnya.

"Inilah aturan umum, semakin dekat Anda berinteraksi dengan orang lain, semakin lama interaksi berlangsung, dan semakin besar jumlah orang yang terlibat dalam interaksi, semakin tinggi risiko penyebaran Covid-19," kata Butler, dilansir Insider.

Praktik cuci tangan yang baik, terutama sebelum makan atau menyentuh wajah, menjaga jarak dari orang lain, dan memakai masker di tempat umum, adalah protokol yang harus terus dipertahankan.

Ilustrasi teman. (Unsplash/Priscilla D)
Ilustrasi bermain di luar bersama teman (Unsplash/Priscilla D)

"Virus ini 'menyukai' jarak dekat," jelas Maria Van Kerkhove, ahli epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Agar Anda dapat melindungi diri dari penularan virus corona, ketahui daftar kegiatan harian yang memiliki risiko terendah hingga tertinggi dan aturan pencegahannya, yang dikatakan oleh para ahli.

1. Rendah

- Berjalan/bersepeda: dapat dilakukan bersama teman, tetapi tetap menjaga jarak minimal satu meter, pakai masker.

- Makan di luar: meja harus berjarak satu meter, hindari menyentuh benda yang kemungkinan sering disentuh orang lain, seperti buku menu, pakai masker.

2. Rendah-Sedang

- Piknik dengan teman: menjaga jarak minimal satu meter, lakukan dalam kelompok kecil, pakai masker, gunakan peralatan makan sendiri.

- Pergi ke pantai: jaga jarak minimal satu meter, pakai masker.

- Berenang di kolam renang umum: hindari loker umum, jaga jarak dengan yang lain.

3. Sedang

- Bermain dengan anak di taman umum: kelompok kecil, jangan berbagi makanan dengan orang lain, pakai masker atau pelindung wajah (face shield).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

New Normal di Jakarta: Aktivitas dengan Protokol Normal yang Baru

New Normal di Jakarta: Aktivitas dengan Protokol Normal yang Baru

Video | Minggu, 21 Juni 2020 | 10:00 WIB

Aktivitas di Luar Diizinkan, Ini Protokol ke Taman Rekreasi dan Bonbin

Aktivitas di Luar Diizinkan, Ini Protokol ke Taman Rekreasi dan Bonbin

News | Kamis, 04 Juni 2020 | 18:31 WIB

Aktivitas Pasar Bikin Lonjakan Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan

Aktivitas Pasar Bikin Lonjakan Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan

Health | Kamis, 04 Juni 2020 | 17:51 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB