Kasus Covid-19 Turun, Jepang Bingung Kekurangan Peserta untuk Uji Klinis

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Rabu, 24 Juni 2020 | 16:21 WIB
Kasus Covid-19 Turun, Jepang Bingung Kekurangan Peserta untuk Uji Klinis
Ilustrasi pasien covid-19 mengalami koma. (Shutterstock)

Suara.com - Ketika masih banyak peneliti berlomba mengembangkan vaksin Covid-19 serta obatnya, Jepang telah seolah menjadi korban keberhasilannya sendiri, dengan memperlambat laju infeksi baru. Akibatnya, Negeri Sakura ini mengalami kekurangan pasien yang mendaftar dalam uji klinis.

Uji klinis yang sedang dilakukan ini ditujukan untuk lebih dari 12 vaksin potensial, termasuk enam di China, tetapi uji coba pada manusia pertama di Jepang diperkirakan akan dimulai bulan depan.

"Karena berkurangnya jumlah infeksi virus corona, kami berkeyakinan itu akan memakan waktu sebelum penelitian klinis selesai," kata Tetsuya Nakamura, yang menjalankan percobaan Avigan di Rumah Sakit Universitas Gunma di wilayah Jepang tengah.

Sementara itu, Avigan dari Fujifilm Holdings Corp telah disetujui sebagai pengobatan Covid-19 oleh Rusia dan India, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe juga telah menggembar-gemborkan potensi obat, namun mereka tidak akan melihat hasil keputusan persetujuan penggunaannya sampai, setidaknya, Juli.

"Sangat disayangkan Avigan telah disetujui di luar negeri tetapi tidak di Jepang sendiri," sambung Nakamura, dikutip Insider.

Batuk merupakan gejala infeksi pneumonia misterius di China. (Shutterstock)
Ilustrasi wanita terinfeksi vrius corona (Shutterstock)

Jepang telah bernasib baik daripada kebanyakan negara maju lainnya dalam menanggulangi Covid-19 yang telah membunuh lebih dari 470.000 orang di seluruh dunia.

Sekitar 54 uji klinis terkait Covid-19 telah diluncurkan di Jepang, tetapi sebagian besar masih dalam tahap rekrutmen pasien, menurut data pelacakan uji coba.

Ketertarikan pada Avigan, yang secara umum dikenal sebagai favipiravir, melonjak pada Maret setelah seorang pejabat China mengatakan antivirus ini dapat membantu kesembuhan pasien. Sekarang, avigan menjadi subjek dari setidaknya 25 uji klinis di seluruh dunia, termasuk Jepang sendiri.

Fujifilm mengatakan sedang bekerja untuk menyelesaikan uji klinis "sesegera mungkin".

baca juga

Dengan kelangkaan pasien di dalam negeri, Jepang mungkin harus lebih mengandalkan data dan hasil dari luar negeri untuk membantu dalam memutuskan persetujuan (dalam) aturan.

"Praktik itu biasa jika kualitas data dianggap cukup baik," kata Yasuyuki Sahara, pejabat kementerian kesehatan.

Sahara tidak mengomentari persetujuan Avigan dari Rusia atau India dan apakah data dari negara-negara itu dapat digunakan di Jepang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jepang Gunakan Superkomputer Tercepat di Dunia untuk Perangi Corona

Jepang Gunakan Superkomputer Tercepat di Dunia untuk Perangi Corona

News | Selasa, 23 Juni 2020 | 21:04 WIB

Jepang Luncurkan Aplikasi Pelacakan Covid-19 Bikinan Microsoft

Jepang Luncurkan Aplikasi Pelacakan Covid-19 Bikinan Microsoft

Tekno | Sabtu, 20 Juni 2020 | 17:45 WIB

Peneliti Jepang Konfirmasi Ada Virus Corona di Saluran Limbah Air

Peneliti Jepang Konfirmasi Ada Virus Corona di Saluran Limbah Air

News | Rabu, 17 Juni 2020 | 21:39 WIB

Terkini

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

Alasan Kemlu, Indonesia Walkout saat Benjamin Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:48 WIB

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

×