Gara-Gara Kejutan Ulang Tahun, 18 Anggota Keluarga Tertular Covid-19

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Sabtu, 27 Juni 2020 | 21:04 WIB
Gara-Gara Kejutan Ulang Tahun, 18 Anggota Keluarga Tertular Covid-19
Kue ulang tahun. (Unsplash/prosha amiri)

Suara.com - Meski pemerintah sudah membolehkan aktivitas di luar ruangan di tengah pandemi Covid-19, ini bukan berarti kita bisa lengah dan melonggarkan jarak fisik serta protokol kesehatan. Menghindari keramaian seperti kumpul-kumpul untuk merayakan ulang tahun ada baiknya ditunda dulu.

Dilansir dari Medical Daily, satu keluarga dari Dallas dilaporkan mengadakan pesta ulang tahun kejutan untuk salah satu anggotanya bulan lalu. Namun malangnya, laporan menyatakan bahwa setidaknya 18 anggota keluarga besar tertular Covid-19 usai acara tersebut.

Per Ron Barbosa, salah satu anggota keluarga, mengatakan jika mereka memang dekat satu sama lain setiap hari. Di masa pandemi Covid-19, keluarga itu terus menghabiskan waktu bersama, pergi bermain golf serta mengadakan pesta ulang tahun kejutan.

Ini menyebabkan banyak anggota menangkap virus corona Covid-19. Dilaporkan tiga dari mereka menjadi sangat sakit sehingga harus dirawat di rumah sakit, termasuk ayah Barbosa yang berusia 88 tahun, saudara perempuannya (yang menjalani kemoterapi untuk kanker payudara) dan ibunya yang berusia 86 tahun.

"Semua orang berkata, 'Oh, ini keluarga saya. Saya akan pergi menemui saudara lelaki saya. Saya akan melihat sepupu saya,' dan mereka pikir itu kata yang aman," katanya dalam wawancara baru-baru ini.

Ilustrasi ulang tahun (m_u_z007)
Ilustrasi ulang tahun (m_u_z007)

Menurut Barbosa, yang dirinya sendiri tidak menghadiri pertemuan itu, mereka tidak yakin apakah pesta 30 Mei adalah penyebab penyebaran virus. Namun, mereka mulai melihat gejala Covid-19 muncul bertepatan dengan perayaan.

"Ini adalah keluarga besar yang penuh kasih yang berkumpul bersama sepanjang waktu dan mereka makan malam dan ini kebetulan merupakan makan malam ulang tahun yang mengejutkan," tambah Barbosa.

Keponakan Barbosa adalah yang pertama kali terserang penyakit di tempat kerja, yang mungkin telah menyebarkannya ke laki-laki lain dalam keluarga setelah bermain golf bersama mereka.

"Tahu-tahu, kedua keponakan yang pada dasarnya tinggal di sebelahnya, mereka menderita batuk dan diare yang sama, tubuh terasa sakit, dan mereka mulai sakit. Menjelang 6 Juni, ada banyak gejala. Dan pada tanggal 9, orang-orang menjadi sangat, sangat buruk. Dan pada tanggal 13, (keluarga saya) harus membawa saudara perempuan dan ibu saya ke rumah sakit," katanya.

Barbosa, yang bekerja sebagai sukarelawan EMT dan fotografer, mengatakan bahwa ia dan istrinya mempraktikkan langkah-langkah keselamatan dan menjaga jarak demi menghindari penularan Covid-19. Tetapi dia juga mengatakan bahwa tidak semua orang dalam keluarga melakukan hal yang sama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pertama di Dunia, Transplantasi Stem Cell dari Pasien Virus Corona Covid-19

Pertama di Dunia, Transplantasi Stem Cell dari Pasien Virus Corona Covid-19

Health | Sabtu, 27 Juni 2020 | 19:34 WIB

Yurianto Ungkap Tingginya Covid-19 Berada di Tengah Masyarakat

Yurianto Ungkap Tingginya Covid-19 Berada di Tengah Masyarakat

News | Sabtu, 27 Juni 2020 | 19:03 WIB

Studi: Anak Terkena Covid-19 Berisiko Sangat Rendah Meninggal Dunia

Studi: Anak Terkena Covid-19 Berisiko Sangat Rendah Meninggal Dunia

Health | Sabtu, 27 Juni 2020 | 19:20 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB